Stabilitas Jasa Keuangan Tetap Terjaga

oleh -604 Dilihat
Ilustrasi logo OJK.(Foto: dok OJK)

JAKARTA, bisnisjogja.id – Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK menilai stabilitas Sektor Jasa Keuangan (SJK) nasional tetap terjaga, meskipun dinamika perekonomian dan pasar keuangan global masih berlangsung.

Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi OJK, M Ismail Riyadi, menyampaikan data global menunjukkan perbaikan secara umum, meski kinerja ekonomi Tiongkok masih di bawah ekspektasi.

Aktivitas manufaktur global tetap berada pada zona ekspansi dengan laju yang moderat, seiring melemahnya kepercayaan konsumen.

Pada 2026, lembaga multilateral memperkirakan pertumbuhan ekonomi global melanjutkan tren melandai dan berada di bawah rata-rata pra-pandemi. Ini karena pengaruh meningkatnya risiko fiskal di sejumlah negara utama.

Perekonomian Relatif Solid

Ismail menjelaskan, di Amerika Serikat, perekonomian tercatat relatif solid dengan pertumbuhan PDB kuartal III 2025 sebesar 4,3 persen, ditopang konsumsi rumah tangga, penurunan impor, serta investasi terkait kecerdasan buatan.

”Inflasi juga menunjukkan penurunan, dengan inflasi November 2025 tercatat 2,7 persen dan inflasi inti 2,6 persen,” ujarnya.

Sebaliknya, perlambatan ekonomi Tiongkok masih berlanjut. Salah satu penandanya, kontraksi PMI manufaktur dan berlanjutnya tekanan sektor properti.

Arah Kebijakan Moneter

Perbedaan arah kebijakan moneter global turut memengaruhi pasar keuangan. The Federal Reserve dan Bank of England memangkas suku bunga masing-masing 25 basis poin. Sementara itu, Bank of Japan menaikkan suku bunga ke level tertinggi dalam tiga dekade.

Kondisi tersebut mendorong penguatan pasar saham global, namun disertai kewaspadaan terhadap potensi bubble saham teknologi serta pelemahan pasar obligasi global akibat berakhirnya carry trade.

Di tengah kondisi global tersebut, perekonomian domestik Indonesia pada Desember 2025 menunjukkan inflasi inti yang meningkat.

Sektor manufaktur tetap ekspansif, serta kinerja eksternal terjaga dengan neraca perdagangan masih mencatatkan surplus.

No More Posts Available.

No more pages to load.