Jogja Pasar Potensial Industri Percetakan, JPE Ajang Bertukar Pengetahuan

oleh -505 Dilihat
TERBARU: Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan mengunjungi salah satu gerai teknologi printing terbaru di Jogja Printing Expo di JEC.(Foto: Priyo Wicaksono)

JOGJA, bisnisjogja.id – Inilah saat yang tepat bagi pelaku usaha bidang percetakan untuk belajar teknologi terbaru. Ya, mereka bisa mengunjungi Jogja Printing Expo 2025 di Jogja Expo Center yang memajang puluhan mesin cetak terbaru, terkini dan tercanggih.

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan yang membuka sekaligus menyaksikan langsung mengapresiasi pameran yang baru pertama kali berlangsung di Kota Budaya.

Menurutnya, industri printing mampu menyerap banyak tenaga kerja. Yogyakarta terkenal dengan tenaga terampil bidang percetakan bahkan ada sekolah dan kampus yang memiliki jurusan terkait dunia cetak-mencetak.

”Semoga pameran dapat menjadi ajang edukasi anak-anak muda yang ingin belajar printing dan melihat teknologi terbaru agar tidak ketinggalan,” ujar Wawan.

Jogja Printing Expo 2025 berlangsung 21-24 Mei 2025 dan tidak berbayar. Penyelenggara, Krista Exhibitions ingin pameran menjadi wadah strategis bagi pelaku industri untuk menampilkan transformasi teknologi,
mendorong inovasi, serta memperkuat pertumbuhan sektor percetakan Indonesia.

Kawasan Potensial

CEO Krista Exhibitions, Daud D Salim menambahkan, Jogja Printing Expo 2025 mempertegas pentingnya
Yogyakarta sebagai kawasan potensial untuk pertumbuhan industri grafika.

”Ini menjadi wujud nyata komitmen Krista Exhibitions untuk membawa industri percetakan lebih dekat
dengan pelaku kreatif, UMKM, dan pasar potensial di Yogyakarta. Pameran merupakan wadah untuk menjalin koneksi, berbagi pengetahuan, dan memperkenalkan inovasi teknologi terkini,” papar Daud.

MESIN CETAK: Pengunjung melihat mesin cetak berbagai model di Jogja Printing Expo.(Foto: Priyo Wicaksono)

Ia menegaskan, kolaborasi yang terbangun pada Jogja Printing Expo 2025 akan memperkuat daya saing industri percetakan nasional secara berkelanjutan.

Pameran Jogja Printing Expo 2025 bersamaan dengan Jogja Food & Beverage Expo, Jogja Pack & Process Expo, dan Jogja All Tea Expo 2025. Pengunjung dan pelaku usaha bisa belajar mulai dari percetakan, pengemasan, makanan dan minuman, hingga sektor minuman teh.

Peluang Bisnis

”Kolaborasi membuka peluang bisnis baru dan memperluas jaringan usaha lintas industri yang saling mendukung,” tandas Daud.

Pengunjung dapat mengeksplorasi berbagai teknologi terkini di dunia percetakan mulai dari digital printing, mesin cetak skala industri, teknologi finishing modern, hingga solusi berkelanjutan yang ramah lingkungan.

Bahkan, pameran juga berperan sebagai sarana pembelajaran dan jejaring, yang terbuka bagi pelaku usaha,
UMKM, desainer grafis, penerbit, hingga institusi pendidikan.

Jogja Printing Expo 2025 melibatkan 27 peserta, termasuk 10 UMKM, dan menargetkan 12.000 pengunjung dari berbagai kalangan industri.

Selain pameran, ada pula seminar yang mengupas isu aktual industri grafika. Persatuan Perusahaan
Grafika Indonesia menggelar seminar bertema ”Prospek Bisnis Industri Berbahan Baku Kertas” dan ”Prospek Bisnis Industri Kemasan”.

Begitu pula Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia mengadakan diskusi ”Peluang dan Tantangan UMKM di Era Artificial Intelligence”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.