Tantangan Global dan Pembangunan Ekonomi

oleh -619 Dilihat
PEMBUKAAN: Pemukulan kentongan menjadi pembuka Sidang Pleno XXIV, Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI).(Foto: Y Sri Susilo)

 

  • Perang dagang AS-Tiongkok sudah mereda namun perekonomian global masih dibayangi oleh ketidakpastian.
  • Ketidakpastian antara lain perang dagang, volatilitas pasar keuangan, volatilitas harga, ancaman cyber dan nuklir.

 

MANADO, bisnisjogja.id – Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) menggelar Sidang Pleno XXIV dan Seminar Nasional 2025 selama dua hari di Manado, Sulawesi Utara, (18-19/09/2025). Hadi dalam pembukaan antara lain Victor Mailangkay (Wagub Sulut), Solikin M Zuhro (Sekretaris Pengurus Pusat ISEI) dan sejumlah Pengurus Pusat ISEI.

Seminar menghadirkan sejumlah narasumber, Wakil Ketua Dewan Pengawas Danantara Muliaman D Hadad, Staf Ahli Menkeu Bidang Jasa dan Pasar Modal, Kemenkeu RI Arif Wibisono, Ketua Bidang Perumusan Kebijakan & Struktural PP ISEI Bayu Krisnamurthi dan Senior Advisor Prospera Vivi Alatas. Moderator seminar, Ketua Bidang Pengembangan Akademik & Riset PP ISEI Hermanto Siregar.

Peserta sebanyak 500 orang merupakan perwakilan Pengurus Pusat ISEI, Pengurus Cabang ISEI, Pemda Sulut, Pemkot Manado, pengusaha dan perbankan serta dosen dan mahasiswa.

Acara berlangsung secara hybrid dengan tema ”Tantangan Global dan Peran Negara Dalam Pembangunan Ekonomi”.

Penggerak Ekonomi

Muliaman mengatakan Danantara berdiri untuk mengoptimalkan aset negara untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Dengan kata lain Danantara menjadi salah satu mesin penggerak mesin ekonomi. Menurutnya, Danantara akan mengkonsolidasi aset-aset negara yang dipisahkan, dan kemudian dioptimalkan guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

”Danantara harus dikelola secara profesional, transparan, mengedepankan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG), dan dapat menjadi partner investor luar dan dalam negeri yang kredibel,” ungkap Muliaman.

Selanjutnya Arif Wibisono menjelaskan perkembangan makro global dan domestik. Ia melihat perang dagang AS-Tiongkok sudah mereda namun perekonomian global masih dibayangi oleh ketidakpastian.

Menurut Arif, ketidakpastian termaksud antara lain perang dagang, volatilitas pasar keuangan, volatilitas harga, dan ancaman cyber dan nuklir.

”Perekonomian domestik resilien dengan tingkat harga atau inflasi yang terkendali,” ujar Arif.

SEMINAR: Para narasumber menyampaikan paparan dalam seminar nasional ISEI.(Foto: Y Sri Susilo)

Seluruh provinsi perekonomiannya tumbuh positif, dengan tingkat yang berbeda-beda. Menurut Arif, agar perekonomian domestik tumbuh, perlu transformasi untuk memperkuat ketahanan domestik.

Transformasi dengan menuju ekonomi ramah lingkungan dan berkelanjutan. Akselerasi otomatisasi dan digitalisasi. Mengoptimalkan struktur demografi. Membangun ketahanan pangan dan energi.

Swasembada Pangan

Bayu Krinamurthi memaparkan paper dengan topik swasembada pangan. Guna menuju swasembada pangan membutuhkan waktu dan sejumlah kebijakan yang mendukung.

”Swasembada pangan sangat penting dan perlu namun bukan tujuan. Tujuan pokok adalah rakyat bisa makan, ketersediaan pangan, keterjangkauan pangan, dan stabilitas harga pangan,” paparnya.

Ia menilai swasembada pangan tidak cukup dengan swasembada beras namun juga dengan lauknya. Menurut Bayu, swasembada pangan ”identik” dengan ”swasembada nasi rames”, maksudnya harus mampu mencukupi kebutuhan beras dan lauk pauknya.

Vivi Alatas menyampaikan materi dengan topik ”Strategi Perlindungan Sosial dan Peningkatan Kesejahteraan di Era Perubahan Demografi”.

”Setidaknya ada dua tantangan untuk meningkatkan perlindungan dan kesejahteraan sosial. Keduanya yakni menjadikan bonus demografi termanfaatkan dengan baik dan Menyiapkan masa lansia yang sejahtera dan bahagia,” tegas Vivi.

Pada hari kedua berlangsung Sidang Pleno XXIV, Jumat (19/09/2025). Dalam sidang pleno dilaporkan berbagai kegiatan Pengurus Pusat ISEI dan Pengurus ISEI Cabang seluruh Indonesia.

Sejumlah usulan program kerja juga disampaikan oleh Pengurus Cabang. Dalam sidang pleno yang dipimpin Perry Warjiyo (Ketua Umum PP ISEI), ISEI Cabang Yogyakarta diwakili oleh Y Sri Susilo (Sekretaris ISEI Cabang Yogyakarta) dan Wing Wahyu Winarno (Pengurus ISEI Cabang Yogyakarta).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.