- Lari merupakan jawaban atas tren adopsi gaya hidup (life style) sehat oleh insan Indonesia. Gaya hidup sehat, mulai dari olahraga dan konsumsi makan sehat dan berimbang, dapat mengurangi beban layanan kesehatan di Indonesia.
DALAM bahasa Jawa, ”playon” berarti berlari-larian atau berlari santai tanpa beban. Kata playon barasal dari kata ”mlayu” berarti lari. Berkaitan dengan olahraga lari, beberapa tahun terakhir trend lomba lari meningkat signifikan. Lomba tersebut mencakup marathon, half marathon, 10K dan 5K.
Lomba lari tentu berdampak pada pribadi pelari maupun ekonomi, baik secara mikro dan makro. Secara pribadi, ikut serta dalam lari adalah ajang pembuktian untuk progres yang dibuat dari latihan-latihan yang dilaksanakan menuju sebuah kegiatan.
Keikutsertaan bukan sekadar untuk hadir di media sosial, tetapi juga upaya melaksanakan prinsip ”ginong pratidina” yang bermakna esok lebih baik lagi.
Lari merupakan jawaban atas tren adopsi gaya hidup (life style) sehat oleh insan Indonesia. Gaya hidup sehat, mulai dari olahraga dan konsumsi makan sehat dan berimbang, dapat mengurangi beban layanan kesehatan di Indonesia.
Penyelenggaraan kegiatan olahraga juga berdampak ke ekonomi lokal melalui pengeluaran langsung (direct spending) mulai dari hotel, rumah makan, ritel termasuk oleh-oleh (UMKM), hingga transportasi.
Efek Pengganda
Hal itulah yang penulis sebut dengan istilah ”playonomics”. Pengeluaran partisipan juga berdampak pada setiap pelaku ekonomi dalam rantai pasokan yang mendukung sektor di atas.
Kegiatan tersebut juga mendorong ketenagakerjaan dan kewirausahaan, terutama di sektor kreatif seperti fotografi, videografi, dan apparels. Tren ini menjadi motor tumbuhnya produk sepatu olahraga dan lari buatan Indonesia.
Berbagai pengeluaran itu mendorong penerimaan pajak. Secara keseluruhan, berbagai kegiatan pada lomba lari menciptakan efek pengganda (multiplier effect) untuk perekonomian atau ”playonomics”.
Efek pengganda terjadi secara makroekonomi seperti yang telah dijelaskan di atas. Dari aspek ekonomikro, efek pengganda dinikmati oleh penyelenggara dan sponsor.
Seperti diketahui penyelenggara lomba lari merupakan perusahaan atau perbankan, seperti misalnya Bank Mandiri, Bank Jateng, Bank BPD DIY, Maybank dan Bank BTN. Dengan demikian penyelenggara memperoleh citra positif dari kegiatan yang diselenggarakan.
Sponsor
Lomba lari dipastikan juga menarik sponsor untuk berpartisipasi. Perusahaan-perusahaan atau lembaga yang menjadi sponsor berharap memperoleh manfaat dari aktivitas tersebut.
Manfaat yang diperoleh sponsor meliputi peningkatan visibilitas merek dan eksposur audiens yang luas. Di samping, penguatan hubungan emosional dengan konsumen melalui asosiasi dengan semangat olahraga, serta jangkauan pasar yang lebih spesifik.
Ayo berolahraga, termasuk lari, agar badan tetap bugar dan sehat. Bekerja bisa menjadi lebih produktif. Jangan lupa dengan ikut event lomba lari atau sejenis berati kita mendukung gerak roda ekonomi yang berujung pada pertumbuhan ekonomi. Salam ”Playonomics”!
- Penulis, Gumilang Aryo Sahadewo PhD, Dosen FEB UGM, Wakil Ketua ISEI Cabang Yogyakarta dan Penggemar Olahraga Lari.





