JOGJA, bisnisjogja.id – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta melalui Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu UMY) resmi meluncurkan program penggalangan dana kemanusiaan untuk merespons bencana banjir di Sumatera.
Dengan target minimal Rp 100 juta, Lazismu UMY menegaskan bahwa bantuan akan diprioritaskan bagi mahasiswa UMY yang terdampak, secara langsung maupun tidak langsung.
Manajer Operasional Eksekutif Lazismu UMY, Rozikan MSi mengungkapkan dampak bencana pada mahasiswa kerap terabaikan.
”Sering kali kita fokus pada lokasi bencana, padahal mahasiswa juga bisa kehilangan rumah atau keluarga menjadi korban. Karena itu, fokus bantuan kami arahkan kepada mahasiswa UMY yang terdampak,” paparnya, Rabu (3/12/2025).
Tepat Sasaran
Guna memastikan ketepatan sasaran, Lazismu UMY telah meminta seluruh fakultas melakukan pendataan mahasiswa terdampak, dengan penyelesaian pada Jumat (5/12/2025) dan dilanjutkan verifikasi pada Sabtu (6/12/2025).
Skema bantuan mencakup beasiswa pendidikan serta biaya hidup seperti konsumsi dan tempat tinggal.
Penggalangan dana telah dimulai sejak Senin (1/12/2025) melalui media sosial, sementara aksi langsung di lingkungan kampus akan berlangsung mulai Jumat (3/12/2025), termasuk di area lobi, ruang dosen, serta memanfaatkan momen wisuda UMY pada 10–11 Desember.
Hingga kini, donasi terkonfirmasi mencapai sekitar Rp 70 juta dan ditargetkan mencapai minimal Rp 100 juta.
Lazismu UMY juga mengajak organisasi mahasiswa untuk turut berpartisipasi. Lembaga ini berharap dapat memperluas bantuan bagi mahasiswa dari perguruan tinggi lain di DIY, sebagaimana pernah dilakukan dalam program beasiswa living cost yang melibatkan 22 kampus seluruh DIY.
Mereka juga mengajak seluruh kampus dan lembaga pendidikan yang ada di DIY untuk bergerak membantu korban bencana Sumatra.





