Harapan Pemangku Kepentingan pada Usia ke-64 Bank BPD DIY

oleh -666 Dilihat
Ilustrasi Bank BPD DIY Pasar Ngasem, Yogyakarta.(Foto: Y Sri Susilo)

JOGJA, bisnisjogja.id – Tepat 15 Desember 2025, Bank BPD DIY telah memasuki usia ke-64. Perjalan yang cukup panjang dalam melayani jasa perbankan. Berbagai prestasi dan kinerja yang telah dicapai, sebagai agen pembangunan daerah dan bank umum. Berikut harapan terhadap Bank BPD DIY dari wakil akademisi, regulator, dunia usaha dan masyarakat.

”Saya berharap teruslah berkomitmen dalam mewujudkan Bank BPD DIY menjadi ”Bank Terpercaya, Istimewa, dan Pilihan Masyarakat”, guna terus berperan aktif dalam meningkatkan pertumbuhan dan pembangunan ekonomi daerah,” harap Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Sri Darmadi Sudibyo, Selasa (16/12/2025).

Kepala Otoritas Jasa Keuangan DIY, Eko Yunianto berharap Bank BPD DIY semakin meningkatkan kinerjanya di tengah dinamika ekonomi saat ini.

Ia juga berpesan agar menerapkan tata kelola perusahaan dengan baik, meningkatkan keamanan teknologi informasi, menjalankan kegiatan operasional senantiasa berpedoman pada ketentuan.

”Bank BPD DIY meningkatkan kontribusinya pada pengembangan ekonomi dan pertumbuhan ekonomi daerah,” pinta Eko.

Mitra Industri

Pengurus APINDO DIY, Tim Apriyanto menyampaikan harapannya di tengah akselerasi transformasi digital, Bank BPD DIY terus meningkatkan kualitas layanan perbankan digital yang aman, mudah diakses, dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat, tanpa meninggalkan nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi identitas Yogyakarta.

”Inovasi teknologi diharapkan berjalan seiring dengan penguatan literasi dan inklusi keuangan,” jelas Tim sembari menyatakan Bank BPD DIY semakin tumbuh sebagai bank daerah yang tangguh, modern, dan berorientasi pada kemajuan serta kesejahteraan masyarakat.

Robby Kusumaharta selaku Business Advisor juga memberikan pendapat. Ia mengatakan Bank BPD DIY dapat menjadi mitra utama industri daerah masuk dan menguasai pasar nasional.

”Pada usianya yang ke-64, BPD DIY mempunyai fondasi manajerial dengan kompetensi yang andal dan matang sehingga mampu membuktikan resiliensi pada masa-masa ekonomi yang sangat dinamis secara global, regional, maupun nasional,” papar Dirut PT SWID, Tbk, Bogat AR.

Menurut Bogat, pada kondisi makroekonomi yang makin mantap ke depan, BPD DIY akan tumbuh makin kokoh sebagai salah satu pilar ekonomi di DIY.

Bank Inklusif

”Bank BPD DIY menjadi Bank inklusif yang aman, terpercaya dan makin ”migunani” untuk masyarakat khususnya DIY,” harap Ketua ISEI Cabang Yogyakarta, Didik Achjari.

Sementara pengelola hotel dan mal, Budiharta Setyawan menyatakan Bank BPD DIY menjadi bank yang semakin sehat, terdepan dalam pengembangan UKM, memperluas layanan hingga pelosok DIY.

”Teruslah meningkatkan layanan berbasis digital dan turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program sosial, tanpa mengabaikan nilai integritas dan profesionalisme,” tandasnya.

Deputi Kepala Perwakilan BI DIY, Hermanto berharap Bank BPD DIY terus tumbuh sebagai bank kebanggaan yang sehat, adaptif, inovatif, dan terus bertransformasi sehingga semakin kompetitif di era digital.

Selain itu, ia juga berharap Bank BPD DIY berperan signifikan dalam memperluas literasi dan inklusi keuangan, serta menyalurkan pembiayaan terhadap sektor unggulan DIY.

Posisi BPD DIY sebagai menjadi mitra strategis pemerintah daerah dan stakeholders lainnya di DIY merupakan modal penting dalam mendukung transformasi ekonomi daerah yang adil, inklusif, dan berkelanjutan.

Parjiman yang pernah menjabat Kepala OJK DIY menambahkan, BPD DIY dapat menjadi bank yg sehat, memiliki permodalan yang kuat, menerapkan tata kelola dan manajemen risiko yang baik.

Selain itu, memberikan pelayanan yg prima kepada nasabah dan masyarakat dengan penerapan teknologi yang tepat serta berperan aktif dalam pengembangan ekonomi daerah terutama UMKM.

No More Posts Available.

No more pages to load.