- Bajaj Maxride memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu ikon wisata baru di Kota Gudeg.
- Bajaj menjadi solusi yang sangat relevan bagi UMKM. Selain itu, bisa mendorong industri pariwisata.
- Bajaj lebih efisien dan berpotensi mengurangi jumlah kendaraan di jalan.
JOGJA, bisnisjogja.id – Masyarakat Yogyakarta menantikan kehadiran transportasi yang ramah penumpang sekaligus ramah lingkungan. Hal ini muncul karena sarana transportasi yang benar-benar nyaman, efisien, dan terjangkau masih tergolong terbatas di perkotaan.
Menjawab kebutuhan tersebut, kehadiran angkutan barang dan penumpang Bajaj Maxride mendapat sambutan positif dari masyarakat. Dalam waktu relatif singkat, kendaraan roda tiga ini dinilai laris manis dan mulai akrab digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari mobilitas harian hingga pendukung usaha.
Ketua Komisi B DPRD Kota Yogyakarta sekaligus penggiat UMKM, Muhamad Sofyan ST, menilai Bajaj Maxride memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu ikon wisata baru di Kota Gudeg. Ia bahkan menyebutnya sebagai “Bajaj Fun Jogja” karena mudah diterima dan diminati masyarakat.
Menurutnya, kehadiran Bajaj Maxride memberikan dampak nyata bagi mobilitas dan efisiensi pelaku UMKM di Yogyakarta.
”Bajaj menjadi solusi yang sangat relevan bagi UMKM. Selain itu, bisa mendorong industri pariwisata. Dalam waktu singkat banyak destinasi yang memanfaatkannya,” ujar Sofyan yang menjadi narasumber dalam diskusi dengan media di Taman Kuliner Pasty Yogyakarta.
Ia menambahkan, Bajaj Maxride juga sangat cocok untuk mendukung sektor pariwisata. Selain efisien, Bajaj fleksibel, mudah menjangkau lokasi wisata, dan mampu meningkatkan aksesibilitas bagi wisatawan. Ini bisa menjadi daya tarik tersendiri.
Mudah dan Murah
Ketua LPMK Panembahan, Sri Herawati SH, MSi, memandang Bajaj Maxride sebagai alternatif moda transportasi perkotaan yang mampu menjawab tantangan kemacetan dan kebutuhan mobilitas masyarakat.
”Saya juga pengguna Bajaj dan salah satu kelebihannya bisa masuk hingga ke gang-gang kecil. Harganya terjangka sehingga semual lapisan masyarakat bisa memanfaatkannya,” papar Hera.
Bukan hanya itu, dalam satu armada, Bajaj dapat mengangkut satu pengemudi dan hingga tiga penumpang sekaligus, sehingga lebih efisien dan berpotensi mengurangi jumlah kendaraan di jalan.
Di samping mengungkapkan kelebihan Bajaj, ia juga memberi masukan terutama kepada pengemudi. Ia beberapa kali melihat pengemudi tidak mengenakan pakaian yang pantas. Hal itu membuat penumpang tidak nyaman.
”Sebaiknya pengemudi juga menghormati penumpang dengan mengenakan pakaian yang sopan,” imbuh Hera yang juga pengurus Koperasi Merah Putih.






