Bangkit dari Kegagalan Bersama Pondra

oleh -383 Dilihat
KARYA PONDRA: Pameran karya-karya Pondra NS di lobi Artotel Yogyakarta.(Foto: istimewa)

JOGJA, bisnisjogja.id – Artotel Yogyakarta mempersembahkan ”Try Again. Fail Again. Fail Better”, sebuah pameran karya Pondra NS yang bukan hanya menyuguhkan karya visual, tetapi juga mengetuk kesadaran akan arti gagal, bangkit, dan berjuang bersama.

Pameran berlangsung 19 September hingga 16 November 2025, bertempat di Artspace, lobby Artotel Yogyakarta.

Pondra menuturkan judul pameran mengacu pada kutipan ikonik dari Samuel Beckett yang berbunyi, ”Ever tried. Ever failed. No matter. Try again. Fail again. Fail better”.

”Sebuah seruan singkat namun kuat, yang mengajak kita untuk memaknai ulang kegagalan bukan sebagai titik akhir, melainkan sebagai proses terus-menerus dalam membentuk identitas, kesadaran, dan kemungkinan perubahan,” paparnya.

Pameran menghadirkan karya-karya yang merefleksikan realitas sosial yang teralienasi dari manusia yang terputus dari makna kerja, dari relasi antar individu, bahkan dari dirinya sendiri.

Karya-karya tersebut mengeksplorasi bentuk ketidaksinkronan, absurditas, dan disorientasi melalui berbagai media visual, menciptakan ruang permenungan di mana kegagalan menjadi bahasa, bukan beban.

Harapan Baru

”Pameran merupakan ajakan untuk menatap kegagalan tanpa rasa malu, tanpa penyangkalan. Karena dari sanalah kita bisa menemukan arah baru, harapan baru,” tandas Pondra.

Pameran juga menyinggung dinamika kontemporer yang tak dapat dipisahkan dari krisis global, krisis iklim, krisis ekonomi, ketidaksetaraan struktural, dan merosotnya demokrasi.

Di Indonesia, munculnya kembali wajah otoritarianisme dan eksploitasi terhadap kelas pekerja mempertegas relevansi karya-karya yang ditampilkan.

Namun, di balik kritik sosial yang tajam, terdapat pesan solidaritas yang menguat. ”Try Again. Fail Again. Fail Better” adalah refleksi sekaligus undangan untuk membangun ulang semangat bersama. Karena dari kegagalan kolektif, muncul kekuatan kolektif bukan sebagai utopia semu, tapi sebagai gerak nyata menuju keadilan.

”Kami percaya bahwa seni memiliki peran vital sebagai cermin masyarakat. Lewat pameran ini, kami ingin menjadikan Artspace bukan hanya galeri, tapi ruang kontemplasi dan percakapan tentang isu-isu yang sangat relevan hari ini,” imbuh General Manager Artotel Yogyakarta, Andre Harso Binawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.