,

Banyak Orang Khawatir Dampak Artificial Intelligence bagi Pasar Tenaga Kerja

oleh -445 Dilihat
Ilustrasi gedung pusat UGM.(Foto: dok UGM)

JOGJA, bisnisjogja.id – Sebanyak 77 persen manusia khawatir Artificial Intelligence (AI) dapat menghilangkan pekerjaan dan menggantikan tugas mereka. Ini karena AI dapat mengoptimalkan pekerjaan dan melengkapi kekurangan sumber daya manusia.

Koordinator Bidang kajian Microeconomics Dashboard (Micdash), FEB UGM, Qisha Quarina PhD mengungkapkan hal itu. Ia bersama tim melakukan riset ”Labor and Technology Economics: Apakah Artificial Intelligence akan Sepenuhnya Mensubstitusi Manusia?”.

Kajian menyelami pengaruh kemajuan inovasi teknologi dalam perkembangan AI terhadap pasar ketenagakerjaan. Pasalnya, fenomena berkembangnya penggunaan AI semakin meningkat.

”Teknologi akan memberi dampak signifikan terhadap lapangan pekerjaan untuk mempermudah pencarian informasi dan pengelolaan sumber daya manusia dengan meningkatkan produktivitas untuk memantau pergerakan pekerja,” papar Qisha, Minggu (8/12/2024).

Dinamika Kompleks

Qisha mengatakan, kemunculan teknologi kecerdasan buatan atau AI menghadirkan dinamika yang kompleks. Di sisi lain, inovasi tersebut dapat memberikan manfaat, namun teknologi juga berpotensi memunculkan hal-hal buruk lainnya.

Ini menimbulkan kekhawatiran terhadap proses kerja yang mulai digantikan oleh mesin dan robot serta munculnya kesenjangan antara keterampilan yang dimiliki pekerja dan yang dibutuhkan di pasar kerja.

Namun demikian, AI kurang mampu dimanfaatkan secara maksimal untuk hal-hal yang sifatnya tidak dapat diprediksi, terutama luar bidang pengetahuan yang telah ditentukan sebelumnya.

”Sektor pendidikan dan perusahaan sebaiknya memberikan fasilitas kebutuhan upgrading skills maupun reskilling yang dibutuhkan para pekerja agar dapat relevan di pasar kerja yang semakin berbasis digital,” tandas Qisha.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.