JOGJA, bisnisjogja.id – Mahasiswa Fakultas Bisnis dan Ekonomika (FBE) Universitas Atma Jaya Yogyakarta mengikuti KKN Tematik Edukasi bertema ”Merdeka Belajar, Tumbuh Bersama: Membangun Sekolah Cerdas, Peduli, dan Berkarakter”.
Program tersebut berjalan di delapan sekolah mitra di wilayah DIY, mencakup jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK. Sekolah mitra meliputi SMK Sanjaya Pakem, SD Joannes Bosco, SMP Joannes Bosco, SMP Pangudi Luhur, SD Marsudirini, SMP Maria Immaculata, SMA Santa Maria, dan SMA Stece Bambanglipuro.
”Kegiatan melibatkan sepuluh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan 64 mahasiswa yang telah melalui proses seleksi administrasi dan wawancara,” jelas Koordinator KKN Tematik Edukasi, Theresia Agung Maryudi Harsiwi MSi, Selasa (25/11/2025).
Setiap sekolah menerima dua kelompok mahasiswa yang bekerja sama merancang serta mengimplementasikan program-program inovatif sesuai kebutuhan sekolah. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung selama 90 jam, dari Oktober hingga November 2025.
Pembekalan Komprehensif
Theresia memaparkan, sebelum terjun ke sekolah, mahasiswa mengikuti pembekalan intensif yang mencakup materi analisis SWOT, perumusan program kerja, etika dan relasi sosial di sekolah, serta pengelolaan media sosial untuk komunikasi dan branding sekolah.
”Mahasiswa juga mendapat bekal melalui sesi team building untuk menumbuhkan rasa empati, kolaborasi, dan kepemimpinan, sehingga mereka siap menghadapi dinamika lingkungan sekolah,” ujarnya.

Ia menambahkan, KKN Tematik Edukasi mengusung lima subtema utama, yaitu administrasi dan tata kelola sekolah, pengembangan literasi keuangan, pengembangan kewirausahaan sekolah, manajemen organisasi sekolah serta komunikasi dan branding sekolah.
Berdasarkan analisis SWOT masing-masing sekolah, mahasiswa menyusun 11 program kerja tematik yang relevan, kontekstual, dan sesuai kebutuhan lapangan.
Program Unggulan
Berbagai program inovatif mahasiswa antara lain Pentas Seni ”Pahlawan Zaman Now: Cerdas Finansial, Kuat Digital”, yang menggabungkan edukasi literasi keuangan dengan penguatan karakter.
Ada Kompetisi Video ”Aku dan Sekolahku” untuk mendorong kreativitas siswa guna mengenalkan identitas sekolah.
Selainjutnya, Sosialisasi Bijak Menggunakan Media Sosial untuk menanamkan kesadaran digital yang positif bagi guru dan siswa.
Tak ketinggalan Lomba Bulan Bahasa ”Innovate Your Class: From Trash to Treasure – An English Challenge” yang mengasah kreativitas dan kepedulian lingkungan.
Terakhir, Pelatihan Komunikasi dan Branding Sekolah bagi pengelola media sosial sekolah demi membangun citra profesional di ruang digital.
Dampak Nyata
Menurut Theresia, KKN Tematik Edukasi FBE UAJY memberikan dampak signifikan bagi sekolah mitra. Siswa semakin memahami konsep literasi digital dan finansial. Guru memperoleh pengetahuan baru dalam pengelolaan media sosial serta peningkatan tata kelola administrasi.
”Selain itu, sekolah menjadi lebih adaptif dalam menghadapi perubahan. Beberapa sekolah bahkan berkomitmen melanjutkan program KKN,” imbuhnya.
Ia mengatakan, KKN Tematik Edukasi bukan sekadar pengabdian kepada masyarakat, tetapi ruang belajar nyata bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu ekonomi, manajemen, dan akuntansi di sekolah. Mahasiswa belajar menjadi agen perubahan dengan pendekatan SWOT dan strategi organisasi.
Melalui KKN Tematik Edukasi, FBE UAJY dapat memperkuat integrasi nilai akademik, sosial, dan kemanusiaan.
Kehadiran mahasiswa di sekolah menjadi bukti bahwa kolaborasi universitas dan sekolah mampu menghadirkan perubahan yang bermakna serta berkontribusi pada ekosistem pendidikan yang lebih adaptif, kreatif, dan berdaya saing.






