JOGJA, bisnisjogja.id – Hobi membuat kerajinan ternyata bisa mendatangkan keuntungan. Seperti mahasiswa Ilmu Ekonomi FEB UGM, Tatsbita Ratqa Amany yang membangun bisnis kreatif dan kini menjangkau puluhan kota di Indonesia.
Ia mengawali usaha ketika mendirikan Day of Art, platform workshop kerajinan. Semula hanya hobi tapi kini berkembang menggandeng ratusan brand nasional hingga internasional.
”Keinginan mendirikan usaha muncul dari dorongan untuk mencoba hal baru apalagi sejak kecil saya memang menyukai dunia kerajinan,” tutur Tatsbita.
Sejak SD, ia memang sudah sering menjual hasil karyanya kepada teman-teman sekolah dan memasarkan melalui media online.
Kolaborasi
Ketika memasuki dunia perkuliahan dan aktif di organisasi mahasiswa, Tatsbita menyadari dirinya memiliki passion kuat dalam bidang acara dan kolaborasi.
Pengalamannya yang pernah gagal saat menjadi sukarelawan dalam sebuah acara besar juga turut memotivasinya untuk membangun platform sendiri.
Bersama dengan satu temannya yang memiliki minat serupa, mereka pun mulai merintis Day of Art dari nol. Melalui platform tersebut mereka berharap dapat membantu lebih banyak orang untuk berkembang melalui kegiatan kreatif.
”Awalnya ketika ada acara harus kerja keras mulai dari mencari tempat, menyusun materi dan konsep, mendesain poster, melakukan promosi, menjadi admin, hingga mengurus logistik,” papar Tatsbita.
Kerja kerasnya tidak sia-sia. Kini, Day of Art telah berhasil menyelenggarakan lebih dari 500 workshop dan berkolaborasi dengan 300 brand nasional/internasional, menjangkau 15 kota di Indonesia. Pengelolanya saat ini 26 orang.
Ia memberikan tips bagi mahasiswa yang ingin memulai bisnis workshop atau komunitas. Salah satu kuncinya, tidak perlu menunggu untuk memulai. Ia juga menyarankan menggunakan media sosial untuk menjangkau pasar yang lebih luas.





