JOGJA, bisnisjogja.id – Pembibitan dan budidaya buah melon dapat mendongkrak ekonomi dan kesejahteraan petani Kulon Progo. Pasalnya, bukan sembarang melon tetapi yang berkualitas premium.
Hal itu terungkap pada pertemuan Direktur Penelitian UGM Prof Mirwan Ushada dan Bupati Kulon Progo, Dr Agung Setiawan di Gedung Binangun Kompleks Pemda Kulon Progo.
Mirwan mengatakan UGM dan Pemkab Kulon Progo berkomitmen memperkuat peran riset sebagai pendorong kemajuan daerah.
Kedua pihak sepakat menyusun peta jalan kolaborasi riset termasuk merancang pilot project di sektor pertanian berbasis greenhouse dan pengembangan komoditas unggulan lokal.
”Kami melihat peran perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan pemerintah daerah. Ini sejalan dengan misi UGM sebagai universitas kerakyatan,” papar Mirwan.
Basis Riset
Salah satu hasil pembicaraan dengan Bupati Kulon Progo, rencana pengembangan komoditas melon di Field Research Center (FRC) UGM.
Kerja sama bertujuan merumuskan solusi berbasis riset terhadap berbagai tantangan pembangunan khususnya di sektor pertanian dan perekonomian di wilayah Kulon Progo.
Selain penguatan pemuliaan Melon Kulon Progo, pihaknya juga membahas mengenai potensi pengembangan komoditas strategis lain seperti ikan kerapu, telur Omega 3, kopi, kakao, vanili, kelapa, dan durian.
Selain itu, muncul pula peluang kajian pemanfaatan lahan aerotropolis sebagai lokasi pengembangan pertanian modern, dengan catatan perlu kajian lebih lanjut mengenai dampak pantulan greenhouse terhadap keselamatan penerbangan.
Bupati Kulon Progo Agung Setiawan menyampaikan apresiasi atas inisiatif UGM menjembatani hasil-hasil penelitian dengan kebutuhan riil masyarakat.
Ia juga menyambut baik pengembangan komoditas melon di Kulon Progo yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan pangsa pasar yang luas.




