Digitalisasi Industri Kosmetik Halal, BSI Gandeng Natasha Group

oleh -238 Dilihat
KERJA SAMA: Bank Syariah Indonesia bekerja sama dengan Natasha Group mengembangkan ekosistem perekonomian halal.(Foto: istimewa)

JOGJA, bisnisjogja.id – Digitalisasi layanan perbankan syariah terus mengalami percepatan, termasuk dalam industri kosmetik. Inilah yang mendorong PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) bekerja sama dengan PT Pesona Natasha Gemilang (Natasha Group).

Kerja sama terutama dalam hal layanan perbankan dengan Natasha Group antara lain klinik Natasha, klinik Naavagreen dan klinik Azqiara.

”Ruang lingkup kerja sama antara BSI dengan Natasha Group yakni penambahan penyediaan mesin BSI EDC untuk proses transaksi menggunakan kartu debit, kartu kredit dan QRIS BSI,” papar Direktur Distribution & Sales BSI, Anton Sukarna.

Pihaknya terus mendorong digitalisasi layanan di industri halal nasional termasuk sektor kosmetik. Dengan kerja sama tersebut, BSI EDC menjadi salah satu opsi menerima pembayaran digital pelanggan Natasha yang menginginkan bertransaksi melalui bank syariah.

Ekosistem Halal

Adapun jumlah klinik yang akan bekerja sama dengan BSI mencapai 103 Klinik Natasha, 67 Klinik Naavagreen dan 6 Klinik Azqiara.

”Melalui kerja sama, BSI dapat memperkuat ekosistem industri komestik . Terlebih brand Natasha salah satu pelopor industri kosmetik Indonesia,” tandas Anton.

Ia berharap dapat memperkuat ekosistem atau bahkan membentuk halal ekosistem yang baru di sektor kosmetik.

Sebagian besar pelanggan klinik kecantikan merupakan wanita muslim yang ingin menggunakan jasa yang berbasis syariah dan bertransaksi dengan layanan bank syariah.

”Hingga Februari 2025, total nasabah kelolaan BSI yang berkaitan dengan kecantikan mencapai lebih dari 2.000 merchant. Sektor tersebut memiliki potensi pasar yang besar untuk terus dikembangkan,” imbuh Anton.

Sebagai catatan, Kementerian Perindustrian mencatat, industri kosmetik nasional terus menunjukkan pertumbuhan pesat. Sekitar tiga tahun setelah pandemi, pelaku usaha sektor kosmetik naik lebih dari 77 persen, dari 726 pelaku usaha pada 2020 menjadi 1.292 pada 2024.

Sebanyak 83 persen merupakan segmen mikro dan kecil, sedangkan 17 persen menengah dan besar. Potensi pasar industri kosmetik nasional diperkirakan mencapai US$9,7 miliar pada 2025. Nilainya terus tumbuh sekitar 4,33 persen setiap tahun hingga 2030.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.