Dorong Kemandirian, UMY Gelar Program Eco-Womenpreneur

oleh -187 Dilihat
RAMAH LINGKUNGAN: Peserta pemberdayaan masyarakat mengikuti teknik ecoprint yang ramah lingkungan.(Foto: dok UMY)

 

  • Perempuan bisa menjadi penggerak ekonomi kreatif berbasis lingkungan.
  • Program UMY membekali perempuan dengan keterampilan kewirausahaan fundamental.
  • Eco-Womenpreneur menjadi pemantik lahirnya unit usaha bagi kaum perempuan.

 

SLEMAN, bisnisjogja.id – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) memperkuat komitmen pemberdayaan masyarakat melalui peluncuran program Eco-Womenpreneur di Pedukuhan Minggiran, Sendangtirto, Berbah, Sleman.

Inisiatif yang berlangsung pada 4 April 2026 ini bertujuan mengubah peran perempuan dari sekadar pengelola rumah tangga menjadi penggerak ekonomi kreatif berbasis lingkungan.

Tim pengabdian masyarakat UMY melibatkan 20 anggota kelompok PKK setempat dalam rangkaian pelatihan intensif yang berfokus pada pengolahan bahan alami. Para peserta mempelajari cara mengonversi kekayaan hayati di sekitar tempat tinggal mereka menjadi produk kreatif yang memiliki nilai jual tinggi namun tetap menjaga kelestarian alam.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMY, Prof Endah Saptutyningsih, memimpin langsung bersama Berli Paripurna Kamiel PhD dari Fakultas Teknik UMY. Kolaborasi lintas disiplin ilmu memastikan para peserta mendapatkan bimbingan komprehensif, mulai dari aspek teknis produksi hingga strategi manajerial usaha yang praktis.

Manfaatkan Pigmen Alami

Endah menjelaskan, tim ahli menginstruksikan teknik produksi ecoprint dengan memanfaatkan pigmen alami dari daun dan bunga sebagai materi utama. Teknik tersebut dipilih karena memiliki ceruk pasar yang potensial di industri fesyen dan dekorasi rumah, sekaligus meminimalisir penggunaan bahan kimia berbahaya dalam proses pembuatannya.

Selain mengajarkan aspek produksi, program membekali kaum perempuan di Minggiran dengan keterampilan kewirausahaan fundamental. Para instruktur memberikan materi mengenai perencanaan bisnis skala mikro, teknik pengemasan produk yang menarik, hingga pemanfaatan media digital untuk strategi pemasaran yang efektif.

KERJA SAMA: Tim UMY dan perwakilan warga menyepakati kerja sama pemberdayaan masyakarat.(Foto: dok UMY)

”Desain kegiatan ini untuk menciptakan kemandirian finansial bagi perempuan di tingkat akar rumput. Kami menaruh harapan besar agar ibu-ibu PKK mampu mengidentifikasi peluang bisnis dari potensi alam sekitar guna memperkuat struktur ekonomi keluarga tanpa merusak ekosistem,” papar Endah.

Peserta Sangat Antusias

Selama kegiatan berlangsung, para peserta menunjukkan antusiasme tinggi melalui sesi simulasi usaha yang partisipatif dan aplikatif. Mereka terlibat aktif dalam setiap tahapan, mulai dari pengolahan bahan mentah hingga praktik menghitung margin keuntungan, sehingga pemahaman mengenai alur bisnis dapat terserap secara maksimal.

Perwakilan mitra PKK, Endang Prihandayani, menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif edukatif yang diberikan UMY. Menurutnya, pelatihan membuka cakrawala baru bagi warga bahwa tanaman di pekarangan rumah dapat menjadi sumber pendapatan baru melalui sentuhan kreativitas dan inovasi.

”Kami berharap program Eco-Womenpreneur menjadi pemantik lahirnya unit usaha bersama bagi kaum perempuan di wilayah Berbah,” harap Endang.

Kehadiran kelompok usaha tersebut diproyeksikan mampu menyerap tenaga kerja lokal dan meningkatkan kesejahteraan warga secara kolektif di masa depan.

Keberhasilan program membuktikan sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dapat melahirkan solusi ekonomi yang konkret dan berkelanjutan. Kampus terus berupaya mentransformasi potensi lokal menjadi kekuatan ekonomi baru yang ramah lingkungan melalui pendampingan berkelanjutan bagi para calon wirausaha perempuan.

No More Posts Available.

No more pages to load.