E-Commerce Kontributor Terbesar Ekonomi Digital

oleh -367 Dilihat
Country Director, Google Indonesia, Veronica Utami.(Foto: istimewa)

JAKARTA, bisnisjogja.id – Sektor e-commerce menjadi kontributor terbesar bagi ekonomi digital. Laporan e-Conomy SEA 2024, menyebutkan sektor tersebut tumbuh 11 persen menjadi Gross Merchandise Value (GMV)
$ 65 miliar pada tahun 2024.

Laporan hasil Google, Temasek, dan Bain & Company mengatakan pertumbuhan itu mengalami kenaikan 13 persen dibandingkan tahun 2023, menjadikannya GMV terbesar di Asia Tenggara.

”Hal itu seiring dengan terus berinovasinya platform e-commerce besar yang juga menawarkan fitur-fitur baru seperti video commerce untuk meningkatkan pengalaman pengguna dalam berbelanja,” papar Country Director, Google Indonesia, Veronica Utami, Kamis (14/11/2024).

Indonesia, menurutnya, merupakan pasar dengan pertumbuhan tercepat kedua terkait jumlah video yang diupload kreator, dengan peningkatan CAGR sebesar 16 persen dari tahun 2022 hingga 2024.

Kapasitas Data

Pertumbuhan juga terlihat pada penggunaan kecerdasan buatan (AI) yang mentransformasi lanskap digital Indonesia. Bidang pemasaran, game, dan pendidikan menjadi faktor pendorong minat penelusuran kecerdasan buatan.

Kini, makin banyak bisnis yang menggunakan AI untuk iklan tepat sasaran, memberikan engagement yang lebih sesuai kebutuhan pelanggan, serta pengalaman pelanggan yang imersif. Kecerdasan buatan menjadi alat penting untuk meningkatkan efisiensi, pengalaman pelanggan, dan inovasi.

”Untuk memenuhi permintaan ini, kapasitas pusat data yang telah kami rencanakan juga tumbuh 268 persen dari kapasitas 202 MW saat ini guna mendukung komputasi, layanan AI, dan pertumbuhan data yang lebih cepat,” imbuh Veronica.

Ia melihat video commerce dan ekonomi kreator terus bertumbuh. Komunitas kreator video yang berkembang pesat di Indonesia, yang merupakan komunitas dengan pertumbuhan tercepat kedua di kawasan ini setelah Singapura, menandakan potensi besar.

Transformasi Digital

”Penerapan AI akan mempercepat transformasi digital di berbagai industri dan secara geografis. Menariknya, minat terbesar pada AI datang dari Kalimantan Timur, Jakarta, dan Kepulauan Riau,” ujar Veronica.

Layanan keuangan digital dan perjalanan online sedang menjalani penyesuaian strategis untuk memastikan keberlanjutan bisnis. Mulai ada pengoptimalan biaya operasional dan memperluas ke pasar-pasar baru, hingga memanfaatkan penggunaan teknologi AI.

Perusahaan-perusahaan teknologi besar di Indonesia secara strategis melakukan ekspansi ke kota-kota kecil, tempat mereka dapat menyerap talenta-talenta baru dan mendorong perekonomian regional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.