JAKARTA, bisnisjogja.id – The Asian Bankers berkolaborasi dengan Perbanas mengadakan kegiatan Finance Indonesia Tahun 2024 di Jakarta, Kamis (12/9/2024). Mereka mengangkat tema ”Strategic Advancement In Driving Indonesia’s Digital Banking Process”.
President and Managing Editor The Asian Banker Foo Boon Ping membuka langsung kegiatan. Ia menekankan pentingnya pendalaman sektor keuangan Indonesia dan peran sentral perbankan dalam perekonomian Indonesia, Asia, dan Global.
Sekretaris Jenderal Perhimpunan Bank Nasional/Perbanas, Anika Faisal pada kesempatan itu menekankan bahwa perekonomian Indonesia masih resilience dengan dorongan pasar tenaga kerja yang kuat dan juga kepercayaan konsumen yang tingi.
”Transformasi sektor perbankan menjadi sangat relevan karena mendapat dorongan komputerisasi dan IoT yang terwujud dalam layanan fintech, e-wallet, dan cashless payment yang integral berjalan dalam gaya hidup masyarakat,” tutur Anita.
Ekonomi Solid
Keynote speech pertama Finance Indonesia 2024, Kepala Pusat Kebijakan Sektor Keuangan BKF Kemenkeu RI, Adi Budiarso juga menekankan perekonomian domestik masih solid walaupun dibayangi dengan ketidakpastian global.
”Kebijakan fiskal kita menjadi ”milestone” untuk mendukung mimpi besar yakni Indonesia Emas 2045 dengan outcome akselerasi pertumbuhan ekonomi, penguatan kesejahteraan masyarakat, dan konvergensi regional,” paparnya.
Menurutnya digitalisasi menjadi stimulan bagi UMKM Indonesia yang dominan sebesar 99 persen dalam populasi dan 96,9 persen tenaga kerja berada di dalamnya.
Kepala Deputi Digitalisasi Perbankan, Pusat Keuangan, dan Transformasi Perbankan OJK, M Zulkifli Salim mengatakan kebijakan pemerintah saat ini sangat inovatif dan akseleratif dalam mendukung digitalisasi sektor keuangan.
”Bahkan, nantinya Indonesia akan mempunyai Nusantara Financial Center di ibu kota baru yang akan berperan menghimpun dan menyalurkan dana,” jelasnya.





