Ekosistem Halal Perlu Rantai Pasok Berkelanjutan

oleh -1280 Dilihat
Dr Dzuljastri Abdul Razak (Foto: dok UMY)

JOGJA, bisnisjogja.id – Isu halal terus berkembang karena tidak hanya menyangkut agama namun juga kesehatan manusia. Jaminan atas produk bersertifikat halal menjadi salah satu tantangan dalam mengoptimalkan rantai pasok atas produk halal.

Peneliti riset halal Malaysia, Dr Dzuljastri Abdul Razak mengungkapkan hal itu ketika berbicara di kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Menurutnya, rantai pasok menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem halal suatu negara. Ia berpendapat, perlu koordinasi efektif dan kolaborasi sejak produk berupa bahan mentah hingga siap edar ke pasaran.

Aspek Berkelanjutan

Dzuljastri menjelaskan rantai pasok dalam ekosistem halal perlu mempertimbangkan aspek berkelanjutan. Ini penting mengingat prinsip ekosistem halal dalam produk yakni menghilangkan unsur berbahaya yang memengaruhi kesehatan manusia dan lingkungan.

”Adanya kesamaan prinsip dengan tujuan berkelanjutan menjadikan rantai pasok dalam ekosistem halal tidak lagi sebatas kewajiban umat Islam namun juga berdampak bagi keberlanjutan pasar global,” tandasnya.

Ia menilai ekosistem halal memerlukan rantai pasok yang berkelanjutan atas dasar beberapa keunggulan. Salah satunya memudahkan menelusuri dan mendeteksi adanya kontaminasi dalam sebuah produk.

Apabila rantai pasok umumnya mengelola proses produksi hingga pemasaran , ekosistem halal dengan konsep berkelanjutan memiliki sifat lebih stabil dengan menyeimbangkan lingkungan dan ekonomi.

”Hal ini dapat tercapai dengan adanya sirkulasi produk habis pakai yang bernilai ekonomi dalam penerapan ekosistem halal,” ujar Dzuljastri.

Dasar Kuat

Direktur International Program of Islamic and Economic Finance (IPIEF) UMY, Dimas Bagus Wiranatakusuma PhD menambahkan ekosistem halal Indonesia telah memiliki dasar kuat dengan adanya lembaga yang mengatur dan mengawasi regulasi halal.

Ia menyadari kurangnya kesadaran masyarakat atas rantai pasok halal dan berkelanjutan menjadi tantangan untuk menerapkan ekosistem halal secara optimal.

”Masyarakat memandang ekosistem halal sebuah program, padahal ini merupakan sebuah kebutuhan yang menyangkut kehidupan manusia. Halal telah menjadi konsep umum untuk memastikan suatu produk baik secara bahan dan benar secara proses,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.