JOGJA, bisnisjogja.id – Peserta Cross Visit Desa Energi Berdikari Sobat Bumi (DEB SoBI) Yogyakarta, mengunjungi Dusun Babakan, Poncosari, Srandakan, Bantul. Mereka melihat dari dekat proses pembuatan bahan bakar biomassa.
Peserta merupakan penerima beasiswa yang mengikuti kegiatan bertema ”Dedikasi Sobat Bumi untuk Desa Energi Berdikari”. Sebanyak sebelas mitra perguruan tinggi penerma Beasiswa Pertamina Sobat Bumi mengikuti agenda tersebut.
”Selain pembelajaran dalam ruangan, peserta juga melakukan kunjungan ke program binaan PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah,” papar Senior Manager PMLO Pertamina Foundation, Rohmat Pujipurnomo.
Binaan tersebut, Rumah Produksi Tempe Koro di Dusun Babakan,Srandakan, Bantul yang telah mendapat pengakuan dalam penghargaan PROPER Emas 2023.
Bahan Bakar
Jajaran Pertaminan, Area Manager Communication, Relations, and Corporate Social Responsibility (CSR) Regional Jawa bagian Tengah (JBT) Pertamina Patra Niaga, Brasto Galih Nugroho, Manager Fuel Terminal Manager (FTM) Rewulu, Dadang Mulyana, dan Kelompok Berlian Progo, menerima kunjungan peserta.
”Mereka mempelajari biomass automatic hybrid stove burners (kompor biomass hibrida otomatis), pembuatan bahan bakar biomassa. Juga pengembangan budi daya kacang koro serta proses produksi camilan dari olahan kacang koro,” papar Rohmat.
Usai dari Bantul, mereka melihat implementasi program Desa Energi Berdikari Sobat Bumi (DEB SoBI) milik UGM. Tempatnya di Dusun Banteran, Desa Donoharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabuptaten Sleman.
Ada Omah Joglo Tanjung yang usianya lebih dari 200 tahun. Joglo itu kini menjadi destinasi wisata budaya tradisional Sleman.
Instalasi PLTS
Mereka juga melihat instalasi PLTS berkapasitas 2200 Wp untuk operasional joglo. Saat kunjungan, mereka melihat cara kerja. Tak ketinggalan hindangan camilan dan minuman rempah ala angkringan yang prosesnya menggunakan kompor listrik PLTS.

Di sana terdapat fixed dome biogas yang dapat menampung volume kotoran sebanyak 10 m3 dengan kebutuhan kotoran sapi sekitar 60 – 80 kg/hari atau setara empat-enam ekor sapi dewasa.
Itu mampu menghasilkan sekitar tiga kilogram LPG ekuivalen per hari yang digunakan oleh kelompok UMKM kuliner sekitar desa. Tidak hanya biogas, peserta juga belajar mengolah kotoran sapi menjadi pupuk kompos.
Pada akhir kegiatan, mereka menanam pohon yang secara simbolis dilakukan Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) PT Pertamina (Persero) M Erry Sugiharto, Presiden Direktur Pertamina Foundation Agus Mashud S Asngari, dan Dewan Pengawas Pertamina Foundation, Bambang Pediantoro.





