SLEMAN, bisnisjogja.id – ”Seluruh dana bantuan pendidikan dari pemerintah seperti Uang Kuliah Tunggal maupun uang jaminan hidup mahasiswa harus diterima utuh tanpa potongan sepeser pun,” tandas anggota DPR RI dari Dapil DIY, MY Esti Wijayati.
Ia menegaskan hal itu saat melakukan sosialisasi program KIP Kuliah di Auditorium STIE YKPN Yogyakarta, belum lama ini.
Mahasiswa penerima KIP Kuliah beserta orang tua tampak menghadiri kegiatan tersebut. Begitu pula Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa dan sejumlah anggota DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan.
Esti yang juga Wakil Ketua Komisi X DPR RI memaparkan, Program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah) menjadi salah satu upaya pemerintah membuka akses pendidikan tinggi bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Ia menekankan, terdapat tanggung jawab besar yang harus dijaga oleh para penerima beasiswa agar tujuan mulia program tersebut benar-benar tercapai.
Program Transparan
Ditegaskannya, kader PDI Perjuangan tidak akan memotong satu sen pun dari dana yang harus diterima mahasiswa penerima KIP Kuliah.
”Jika ada yang mengaku dari tim kami lalu meminta uang, segera laporkan,” tandas Ketua DPP PDI Perjuangan bidang Pemuda dan Olahraga itu.
Ia perlu menegaskan hal tersebut karena sempat beredar kabar adanya pihak yang mengaku sebagai tim pendukung, menawarkan bantuan memperlancar proses dengan imbalan tertentu.
”Kami berkomitmen menjaga integritas dan memastikan program bantuan pendidikan berjalan transparan,” tegasnya.
Kecuali memberikan bantuan biaya pendidikan, KIP Kuliah juga menuntut komitmen tinggi dari mahasiswa penerima. Syarat keberlanjutan beasiswa salah satunya adalah Indeks Prestasi (IP) minimal 3,0, tanpa penurunan selama dua semester berturut-turut.
Menurut Esti, aktif berorganisasi bukan alasan untuk menurunkan prestasi akademik. Mahasiswa harus bisa membagi waktu antara kegiatan kampus dan tanggung jawab kuliah.
Ia mengingatkan, orangtua berperan penting mengawasi putra-putrinya. Mereka harus memastikan putra-putrinya memanfaatkan beasiswa dengan sungguh-sungguh, bukan untuk bermain-main atau melakukan hal-hal yang bisa menghambat kelulusan.






