JOGJA, bisnisjogja.id – Sebanyak 36 negara menghadiri Indonesia Maritime Week (IMW) 2025. Mereka membahas berbagai isu penting dan menjadikan IMW sebagai tonggak praktik bisnis maritim yang lebih ramah lingkungan.
Ketua DPP Indonesian Shipowners’ Association (INSA) Carmelita Hartoto mengutarakan dalam 10 sesi panel utama, IMW 2025 membahas berbagai isu strategis dalam industri maritim.
Beberapa topik utama antara lain panel ”Advancing Asian Maritime: Connectivity, Digitalization and Sustainability” yang membahas masa depan industri maritim di kawasan Asia.
Panel ”Decarbonizing Asia’s Maritime Industry” yang menyoroti rencana strategis menciptakan praktik bisnis dan operasional maritim yang lebih ramah lingkungan.
”Seluruh sesi diskusi menghadirkan para pelaku industri dari sektor publik, swasta, hingga regulator, dengan tujuan mencari solusi konkret untuk masa depan industri maritim Asia yang lebih berkelanjutan dan kompetitif,” papar Carmelita.
Konservasi
Ia menjelaskan, selain melalui sesi panel, IMW 2025 juga menghadirkan 15 breakout session, yang menghadirkan berbagai narasumber penggiat industri maritim dalam dan luar negeri.
Peserta, pengunjung dapat mendengarkan dan berdiskusi terkait berbagai topik, mulai dari kegiatan konservasi lingkungan, fauna laut.
Juga pendidikan untuk menumbuhkan kecintaan terhadap laut, upaya pemberdayaan pekerja perempuan, serta kiat-kiat menciptakan lapangan kerja maritim yang aman sesuai pedoman Health, Safety, Security, and Environment (HSSE). Secara keseluruhan, IMW 2025 menghadirkan 56 pembicara dari industri maritim global.
Salah satu topik yang menjadi sorotan yakni tentang pengembangan pelabuhan di Kawasan Indonesia Timur. Keinginan menjadikan pelabuhan di Makassar sebagai hub ekspor utama di Indonesia Timur, yang bisa mendorong dampak positif bagi Indonesia.
Mereka mengeksplorasi penguatan pelabuhan regional bisa menjadi kunci menjadikan Indonesia sebagai pemain utama dalam rantai pasok maritim Asia.
Karier
Guna mendukung pengembangan sumber daya manusia maritim nasional yang unggul. IMW 2025 juga menghadirkan berbagai kesempatan bagi para kadet pelaut dari berbagai institusi pelayaran di Indonesia, untuk menjajaki karier di bidang maritim.
Ajang IMW 2025 mencatat empat penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang melibatkan berbagai perusahaan, regulator, dan NGO. Ini membuktikan IMW 2025 sebagai wadah yang efektif untuk membangun masa depan industri maritim.
Dengan berakhirnya IMW 2025, para peserta dan penyelenggara berharap hasil dari forum internasional maritim pertama di Indonesia ini dapat menjadi katalisator nyata bagi perkembangan industri maritim, baik di tingkat nasional maupun internasional.
”Saya berharap semoga Indonesia Maritime Week tidak hanya menjadi acara bertema maritim, tetapi juga menjadi tonggak penting dalam pengembangan sektor maritim Indonesia,” tandas Carmelita.





