JOGJA, bisnisjogja.id – Pensiun merupakan kata yang menjadi momok bagia sebagian orang. Pasalnya, ketika seseorang purna tugas, sering kali muncul istilah post power syndrome.
Namun hal itu tidak berlaku bagi Budi Hanoto yang pernah menjabat Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY. Kegemarannya menulis membuat tak ada istilah galau usai pensiun.
Inilah yang terungkap secara tersirat ketika Buhan, panggilan akrabnya, meluncurkan buku biografinya, Kamis (22/5/2025) di Gedung Heritage Bank Indonesia DIY.
Buku setebal 321 halaman tersebut ia beri judul ”Ini Budi, Jejak Perjalanan Sebuah Pengabdian”. Berisi perjalanan hidup anak kampung yang meniti karir di Bank Indonesia. Cah ndeso yang masa kecilnya penuh pergulatan hingga menarik menjadi cerita.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Sri Darmadi Sudibyo mengungkapkan apresiasi pada seniornya yang terus mengisi waktu meskipun sudah pensiun. Ini Budi menjadi kisah menarik yang dapat menjadi referensi anak-anak muda yang meniti karir di Bank Indonesia.
Menginspirasi
”Buku ini mampu menginspirasi dan menghadirkan manfaat bagi pembaca,” ungkap Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo dalam pengantar buku tersebut.
Ekonom Prof Edy Suandi Hamid yang menjadi narasumber bedah buku juga menyatakan hal yang sama. Ini Budi menurutnya sangat menginspirasi dan memotivasi.
”Kebiasaan menulis terlihat dari cara merangkai kata menjadi kalimat. Sangat rapi dan enak dibaca,” ujar Edy menilai pengunaan bahasa buku Ini Budi.
Ia mengapresiasi Buhan yang setelah purna tugas masih mampu menjalankan berbagai aktivitas termasuk menulis yang memerlukan energi ekstra. Apalagi, ia mengurus sendiri seluruh proses bahkan sampai pada pengepakan dan distribusi.
Peluncuran dan bedah buku juga menghadirkan narasumber Dr Ronny Sugiantoro dengan moderator Dr Y Sri Susilo. Hadir sejumlah kolega Buhan yang antusias mengikuti jalannya bedah buku.






