JOGJA, bisnisjogja.id – Jumlah UMKM Indonesia mencapai 65 juta. Namun demikian, dari jumlah tersebut sangat sedikit yang mengelola bisnis secara profesional.
Menteri Perdagangan RI Budi Santoso mengungkapkan hal itu ketika menyampaikan kuliah umum yang bertajuk ”Workshop Young Future Leader” di Auditorium Fisipol UGM, Jumat (23/5/2025).
Ia mengatakan rasio kewirausahaan masih rendah yakni 3,3 persen, kalah jauh dibanding dengan negara tetangga.
Hingga tahun 2045, ia menjelaskan, sekitar 70 persen jumlah penduduk akan diisi oleh kaum muda usia produktif yang berumur antara 15-64 tahun.
Namun begitu, dari total jumlah penduduk tersebut hanya sebagian kecil saja yang berkecimpung ke dunia kewirausahaan.
Dorong Mahasiswa
Budi memaparkan, pemerintah akan mendorong tumbuhnya jumlah wirausaha, salah satunya bekerja sama dengan perguruan tinggi. Hal ini untuk menarik minat mahasiswa mau menjadi wirausaha.
Pemerintaj juga mendorong mahasiswa membantu pelaku UMKM melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata di masyarakat. Pihaknya berkolaborasi dengan UGM melalui kegiatan pengabdian masyarakat, program kerja KKN, melakukan digitalisasi toko kelontong.
”Mahasiswa KKN akan mengenalkan penggunaan teknologi digital untuk membantu operasional warung atau toko kecil,” ujar Budi.
Termasuk mendampingi implementasi solusi teknologi untuk mengoptimalkan proses bisnis, pengelolaan inventaris, dan kemudahan bagi konsumen.
”Dengan begitu, kami berharap ada peningkatan kapasitas pedagang dan digitalisasi di pasar rakyat, selain identifikasi kebutuhan serta pendampingan pedagang dan pengelola pasar,” tandasnya.





