Inilah Ajang Prestisius Inovasi MES DIY untuk Ekosistem Halal

oleh -739 Dilihat
PESERTA: Finalis dari berbagai kategori yang mewakili lintas sektor, mulai dari pelajar, mahasiswa, pelaku UMKM, unsur pemerintahan, peneliti, ormas, majlis taq’lim hingga komunitas masyarakat.(Foto: istimewa)

JOGJA, bisnisjogja.id – Masyarakat Ekonomi Syariah DIY menggelar empat ajang prestisius dalam sehari bertajuk Grand Final Duta Halal MES DIY, Tokoh Penggerak Halal DIY, Halal Business Plan Competition (HBPC), dan Komitmen Kawasan Halal (KKH) DIY.

Kegiatan berlangsung di kantor BPD DIY Syariah, Jalan Magelang Km 5,5. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian acara ”4 Events Road to 3rd International Conference on Islamic and Halal Economic Studies (ICIHES) 2025”, yang puncaknya akan digelar pada Selasa (4/11/2025) mendatang di Hotel Marriott Yogyakarta.

Ketua MES DIY, Prof Edy Suandi Hamid menjelaskan, acara grand final mempertemukan para finalis dari berbagai kategori yang mewakili lintas sektor, mulai dari pelajar, mahasiswa, pelaku UMKM, unsur pemerintahan, peneliti, ormas, majlis taq’lim hingga komunitas masyarakat.

”Peserta dari luar DIY turut memeriahkan acara yaitu Universitas Merdeka Malang hingga Universitas Muhammadiyah Surakarta,” ungkap Edy.

Para Finalis

Pada kategori Duta Halal MES DIY, tiga finalis terbaik tampil memperebutkan gelar duta yang akan menjadi wajah edukasi halal di Yogyakarta. Mereka adalah Senandung Chitta Asira (SMAN 8 Yogyakarta), Aqmarina Aqila Dhiyaulhaq (Universitas Alma Ata) dan Adinda Octa Romandhani (Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta).

Selanjutnya pada kategori Tokoh Penggerak Halal DIY, tiga kandidat yang dinilai memiliki kontribusi signifikan terhadap pengembangan ekosistem halal di daerah adalah Mustofa Ahda dari Pusat Studi Ahmad Dahlan Halal Center, Wiji Nurastuti dari Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Yogyakarta serta Dalmugi dari Paguyuban Global Gotong Royong Royong (G2R) Tetrapreneur DIY.

Kompetisi Halal Business Plan Competition (HBPC), empat tim terbaik mempresentasikan perencanaan bisnis halal yang inovatif adalah Tim Halal Cyberquest (SMAN 1 Ngaglik), Tim Cocomiel (Universitas Islam Indonesia); Tim Zahra Cinta 79 (Universitas Gadjah Mada) dan Tim LPPTQ PCM Kalasan PPTQ Daarul Hikmah.

Pada program Komitmen Kawasan Halal (KKH) DIY bekerja sama dengan G2R Tetrapreneur, yaitu salah satu program unggulan Danais Pemda DIY, akan resmi mendeklarasikan diri sebagai KKH – G2RT MES DIY mendatang di sesi awarding ICIHES 3rd. Tiga kalurahan dengan model G2R Tetrapreneur tersebut yaitu G2RT Salamrejo, G2RT Sumberrejo, dan G2RT Patehan.

Lintas Sektor

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Umum MES DIY, Dandan Hermawan dan Rika Fatimah PhD, Ketua Departemen Industri Halal MES DIY.

Pemimpin Unit Usaha Syariah Bank BPD DIY, Arif WIjayanto pada kesempatan itu menegaskan komitmen dalam mendukung penguatan ekosistem halal melalui kolaborasi lintas sektor.

”Halal bukan hanya simbol, melainkan karakter. Halal bukan sekadar bicara untung, tapi bicara soal keberkahan. Dari keberkahan itulah akan lahir keberlanjutan dan kemanfaatan bagi masyarakat luas,” ujar Dandan.

Penentuan finalis dalam acara ini digarap oleh komite juri desk review yaitu Arman Yahya (Owner Edu Hostel dan Museum Rempah Anaia & Alisha), Ivan Lanovara PhD (Ketua Global Halal Industry Foundation), Nanung Danar Dono PhD (Halal Club Yogyakarta), Betha A Djardjis (Founder World Halal Industry and Trade Alliances), Arif Sulfiantono MAgr (Dinas Pariwisata DIY).

Ada juga Taufik Ridwan (Ketua Jaringan Wisata Muhammadiyah), Anita Diah Ekasari (Manager Resource Mobilization), dan Dr Jumadi (Dekan Fakultas Ekonomi, Universitas Widya Mataram). Hadir pula mewakili panitia 3rd ICIHES, Muhamad Satya Ragil K.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.