JOGJA, bisnisjogja.id – Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) akan menggelar program sosial berupa khitanan massal bagi 100 anak yatim dan dhuafa pada liburan akhir tahun ini.
”Program ini sebagai bentuk rasa syukur atas meningkatnya kesadaran kaum Muslim dalam menunaikan ibadah haji dan umrah,” ungkap Ketua Umum AMPHURI, Firman M Nur, Selasa (25/11/2025).
Ia menjelaskan kegiatan peduli tersebut merupakan agenda rutin setiap tahun sebagai syiar dan juga kampanye hidup sehat bagi umat muslim. Tahun 2025, AMPHURI memilih Yogyakarta sebagai lokasi pelaksanaan.
”Kami sangat berharap banyak orangtua dan pengurus panti asuhan dapat mendukung kegiatan kebaikan ini. Insyaallah akan meringankan beban mereka. Tim medis dan dokter berpengalaman dari Rumah Sakit Nur Hidayah Bantul yang akan menangani khitanan,” papar Firman.
Kualitas Biro
Ketua DPD AMPHURI DIY, Adam Bashori pada kesempatan yang sama menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Muslim yang terus mempercayakan perjalanan ibadah suci kepada biro travel resmi dan berizin. Saat ini, tercatat sekitar 60 perusahaan PPIU dan PIHK di Yogyakarta yang siap melayani tamu-tamu Allah.
”Kami bersyukur masyarakat memilih biro bukan karena harga super murah, tetapi karena kualitas bimbingan dan amanah dalam mewujudkan kekhusyukan ibadah,” jelas Adam.
Khitanan massal gratis berlangsung pada Kamis, 25 Desember 2025 di Dusun Padangan, Sitimulyo, Piyungan, Bantul. Selain pelayanan gratis, setiap anak juga mendapat bingkisan dan uang saku. Kegiatan tersebut mendapat dukungan penuh dari DPP AMPHURI.
Selain program sosial, AMPHURI juga merencanakan Umrah Istimewa Juli 2026 dengan paket kunjungan ke Mesir dan beberapa negara lain. Program terbuka untuk umum.
Penerbangan Langsung
Dalam rapat pleno bulanan, Adam Bashori mengingatkan pentingnya amanah, profesionalisme, dan kesabaran bagi para pelayan tamu Allah, khususnya pemilik biro travel.
Sementara itu, Sekretaris DPD AMPHURI DIY, Agus Muhammad, berharap adanya peningkatan kolaborasi antar biro travel di Yogyakarta yang jumlahnya kini lebih dari 60 perusahaan.
Ia juga menyoroti harapan besar agar Bandara YIA dapat melayani penerbangan langsung (direct flight) ke Jeddah atau Madinah.
”Jika tiap pekan ada satu kloter yang berangkat langsung, insyaallah itu sangat membantu jamaah,” ujarnya.
Penerbangan langsung dari YIA menjadi harapan bersama masyarakat Yogyakarta dan Jawa Tengah bagian selatan, dengan dukungan dari maskapai dan pemerintah serta keterlibatan biro travel berizin resmi.







