JOGJA, bisnisjogja.id – Krista Exhibitions Group membuka Jogja Food & Beverage Expo 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Rabu (8/4/2026). Pameran makanan dan minuman terbesar di Jawa Tengah dan DIY tersebut berlangsung simultan dengan tiga pameran industri lainnya, yakni sektor pengemasan, pengolahan teh, hingga teknologi percetakan.
Penyelenggara mengintegrasikan empat pameran besar sekaligus untuk menciptakan ekosistem industri yang terpadu hingga 11 April mendatang. Sinergi lintas sektor memungkinkan para pelaku usaha mendapatkan solusi menyeluruh, mulai dari bahan baku pangan hingga teknologi pengemasan dan strategi branding dalam satu lokasi.
CEO Krista Exhibitions Group, Daud D Salim, menargetkan kunjungan sebanyak 15.000 orang selama empat hari pameran. Sebanyak 110 peserta, termasuk 30 UMKM terkurasi, memamerkan berbagai produk inovatif mulai dari kuliner Nusantara, teh premium, hingga mesin pengolahan pangan terkini.
Akselerasi Industri Makanan dan Minuman
”Pameran merupakan langkah strategis untuk mengakselerasi pertumbuhan industri makanan dan minuman di Yogyakarta. Ini menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk meningkatkan daya saing melalui adopsi teknologi dan penguatan kolaborasi di tengah dinamika pasar global,” papar Daud.
Program Cooking & Baking Demo menjadi magnet utama bagi pengunjung melalui demonstrasi dari chef profesional, termasuk Chef Achen dari Rose Brand. Sesi edukatif memberikan wawasan praktis bagi pelaku bisnis kuliner untuk meningkatkan kualitas produk dan efisiensi produksi.

Kompetisi Bakat Boga Challenge 2026 turut meramaikan suasana dengan menggandeng ACP Indonesia untuk melestarikan kuliner tradisional. Tujuh kategori kompetisi, seperti Jajanan Pasar dan Nasi Tumpeng, menantang talenta muda untuk mengemas cita rasa autentik Nusantara menjadi produk berstandar internasional.
Tatap Muka Investor
Guna mendorong transaksi riil, panitia menyediakan platform Business Matching bagi peserta dan pembeli potensial. Program itu memfasilitasi pertemuan tatap muka antara pemilik jenama dengan investor serta distributor untuk membuka peluang kerja sama bisnis baru yang lebih luas.
Sektor kopi mendapat sorotan khusus melalui ICAB ROC Competition dan Jogja ROC Competition yang fokus pada teknik sangrai (roasting). Kompetisi mempertemukan komunitas kopi dan praktisi industri untuk memacu standar kualitas biji kopi olahan di tingkat nasional.
Dewan Teh Indonesia juga berkontribusi memperkuat literasi industri melalui sesi Tea Talks dan Tea Class. Kelas khusus teh membahas sains di balik perisa teh serta teknik meracik milk tea sehat tanpa gula guna merespons tren gaya hidup sehat yang sedang berkembang pesat.
Penyelenggaraan pameran mendapat dukungan penuh dari berbagai instansi pemerintah seperti Kementerian Perindustrian, Kadin, hingga asosiasi profesi seperti GAPMMI. Kolaborasi multi-pihak memastikan Jogja Food & Beverage Expo 2026 menjadi motor penggerak ekonomi daerah.






