JOGJA, bisnisjogja.id – Tim peneliti lintas disiplin Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) memperoleh Hibah Penelitian Terapan Prototype Tahun Anggaran 2025 melalui program BIMA. Mereka membuat keramik dinding puzzle motif batik.
Penelitian terapan bertajuk ”Pengembangan Produk Keramik Dinding Puzzle Bermotif Batik Indonesia dan Islami melalui Teknologi Artistic CAD/CAM Berbasis STEM”. Tim UAJY bersama mitra industri menghadirkan solusi nyata bagi penguatan industri kreatif nasional.
Pimpinan penelitian, Prof Paulus Wisnu Anggoro yang juga selaku perancang artistik utama dan koordinator hilirisasi riset.
Anggotanya terdiri atas Tonny Yuniarto MT yang fokus pada desain dan manufaktur master model. Berikutnya, Anugrah Kusumo Pamosoaji PhD yang fokus pada optimasi dan HKI.
Selain itu, ada pula Wardhana Wahyu Dharsono MT, fokus pada fabrikasi dan teknologi CNC. Sejumlah mahasiswa juga terlibat yakni Rafael Agha Garciano, Fredericus Daru P Jatmiko, Revin Febrian Santoso.
Ada pula Tim Mitra Industri dan Umum, yang beranggotakan Sigit Wibisono ST (CV Terang Abadi Satria) fokus pada dokumentasi dan pelaporan, Nugroho Mamayu Hayuning B MT (Kajeng Jawi) fokus pada HKI dan studi kelayakan serta PT Gyan Kreatif Indonesia (Naruna Ceramic) sebagai mitra manufaktur utama.
Keramik Batik
Paulus mengungkapkan, pada tahun pertama, tim telah berhasil menciptakan dua prototipe keramik puzzle dengan motif batik dan islami. Tak hanya itu, dua hak kekayaan intelektual (paten sederhana dan desain industri) telah didaftarkan.
Tahun kedua, mereka melanjutkan dengan pengujian produk oleh lembaga resmi (PT SGS dan Balai Keramik), penyusunan feasibility study, serta blueprint komersialisasi untuk membuka jalan ke pasar nasional dan global.
”Penelitian bertujuan mentransformasi kekayaan budaya tradisional menjadi produk arsitektural modern yang adaptif terhadap kebutuhan zaman,” ungkap Paulus.

Di sinilah kolaborasi multidisiplin menjadi kunci memadukan pendekatan ilmiah, desain artistik, dan teknologi manufaktur digital.
Keramik dinding motif batik merupakan terobosan yang dikembangkan oleh tim lintas disiplin UAJY bersama PT Gyan Kreatif Indonesia (Naruna Ceramic). Penelitian mengolah kekayaan budaya menjadi produk arsitektural yang modern dan efisien.
Produksi Cepat
Menurut Paulus, selama ini, pembuatan keramik bermotif emboss di Indonesia masih didominasi teknik manual yang memakan waktu lama dan tidak selalu konsisten secara kualitas.
”Tim UAJY merancang proses baru yang memanfaatkan Artistic CAD/CAM dan CNC Router, sehingga waktu produksi dipangkas menjadi kurang dari dua minggu,” jelasnya.
Hasilnya, keramik puzzle dengan presisi tinggi (error < 2 mm) dan penyusutan cetakan < 15 persen, siap untuk digunakan di hotel, masjid, galeri, hingga rumah tinggal. Penelitian lebih menonjolkan proses handmade ke hi-tech.
Paulus menegaskan, penelitian tersebut memperlihatkan warisan budaya Indonesia bisa diolah menjadi produk industri bernilai tinggi.
Dengan mengedepankan hilirisasi riset, kolaborasi lintas sektor, dan semangat pengabdian, karya mereka membuktikan bahwa riset dari kampus dapat menjawab kebutuhan industri, memberdayakan UMKM, dan menembus pasar global.





