VATIKAN, bisnisjogja.id – Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar didampingi Dubes LBBP RI untuk Takhta Suci Michael Trias Kuncahyono, berziarah ke makam Paus Fransiskus, di Basilika St. Maria Maggiore, Roma. Mereka kemudian melanjutkan perjalanan ke Basilika St Petrus, Vatikan.
Nasaruddin berada di Roma dalam rangka menghadiri Pertemuan Internasional untuk Perdamaian yang diselenggarakan oleh Komunitas Sant’ Egidio. Pertemuan juga dihadiri Wapres RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla.
Di Basilika St Maria Maggiore, menurut rilis KBRI Takhta Suci, Menteri Agama mendapat izin khusus untuk bisa mendekat ke makam. Bahkan, meletakkan rosario warna biru-hijau, di pusara. Tidak semua orang, diperkenankan mendekat ke nisan Paus Fransiskus. Tetapi, Menteri Agama dan Dubes RI untuk Takhta, diperbolehkan mendekat dan menyentuh pusaranya.
Sementara para peziarah, harus puas berdiri dalam antrean sekitar dua meter dari makam. Makam itu sangat sederhana, berada dalam sebuah ”ruang masuk ke dinding” dan hanya bertuliskan ”Franciscus”. Tidak ada pertanda lain, kecuali salib.
”Saya sangat bersyukur dan terharu, bersama Pak Dubes, diperbolehkan mendekat k makam. Bahkan mengusapnya,” kata Nasaruddin penuh haru.
Paus Fransiskus yang berpulang pada tanggal 21 April 2025, adalah sahabat Menteri Agama Nasaruddin Umar. Hubungan mereka bukan sekadar diplomatik. Keduanya menjalin hubungan personal yang kuat.
Kunjungan Paus
Sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar pernah menerima langsung kunjungan Paus Fransiskus ke Masjid Istiqlal, Jakarta. Di tempat itu, mereka menandatangani Deklarasi Istiqlal, pada 5 September 2024.
Ketika Paus Fransiskus bertemu Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar dan para pemimpin agama yang lain, seperti mengulang sejarah peristiwa di Abu Dhabi. Di kota itu Paus Fransiskus bertemu Imam Besar Al Azhar, Cairo, Mesir, Ahmed el-Tayed. Juga menandatangani Document on Human Fraternity for World Peace and Common Coexistence atau Dokumen Abu Dhabi.
Melihat dan merasakan tanggapan masyarakat Indonesia saat itu, di Masjid Istiqlal Paus Fransiskus mengatakan, “Sono felice di trovarmi qui, nella piu grande Moschea dell’Asia, insieme a tutti voi. Saluto il Grande Imam e lo ringrazio per le parole che mi ha rivolto…. Saya senang berada di sini, di masjid terbesar di Asia Tenggara, bersama Anda semua…..
Paus Fransiskus juga mengunjungi Terowongan Silaturahim. Terowongan yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Katedral St Maria Asumpta itu dibangun atas gagasan Nasaruddin Umar yang saat itu menjabat sebagai Imam Besar, jabatan yang masih diemban hingga saat ini.
”Tugas kita, membantu semua orang melewati terowongan menuju terang,” ungkap Paus saat berada di mulut Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan kompleks Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral.
Di tengah ratusan peziarah Yubelium, Menteri Nasaruddin Umar menikmati dan menggagumi keindahan basilika dengan fresko-fresko dan patung-patung yang sangat indah. Ia mendapat penjelasan tentang berbagai hal mengenai Basilika St Maria Maggiore dari Basilika St Petrus.






