Kinerja Bank CIMB Niaga Positif, Implementasi Strategi Berjalan Baik

oleh -441 Dilihat
Ilustrasi Bank CIMB Niaga.(Foto: istimewa)

 

Bank CIMB Niaga melaporkan perolehan laba sebelum pajak konsolidasi sebesar Rp 4,4 triliun. Selain itu, total penyaluran kredit/pembiayaan tumbuh 6,8 persen (YoY) menjadi Rp 231,8 triliun, dana murah naik 10,9 persen (YoY) menjadi Rp 180,6 triliun.

 

JAKARTA, bisnisjogja.id – ”Pada semester pertama 2025, Bank CIMB Niaga mencatatkan kinerja yang baik, mencerminkan implementasi strategi yang berjalan secara konsisten dan disiplin,” papar Presiden Direktur CIMB Niaga, Lani Darmawan.

Perusahaan mencatat pertumbuhan kredit yang baik dan terukur sesuai dengan profil risiko dan kondisi pasar. Di saat yang sama, CIMB Niaga tetap menjaga kualitas aset yang stabil, tingkat permodalan dan likuiditas yang kuat, serta sumber pendapatan yang terdiversifikasi dengan baik, sehingga dapat memperkuat posisi kami di industri.

Lani menjelaskan, akan terus mengelola alokasi modal secara strategis untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan dan imbal hasil yang lebih optimal.

”Sejalan dengan tujuan kami Advancing Customers and Society, kami akan terus berfokus untuk menyediakan solusi perbankan yang simpler, better and faster, agar nasabah dapat terus berkembang dan masyarakat dapat merasakan dampak positifnya secara inklusif,” ungkapnya.

Perolehan Laba

Ia memaparkan, Bank CIMB Niaga mencatat perolehan laba sebelum pajak konsolidasi (unaudited) sebesar Rp 4,4 triliun pada semester pertama 2025 dan menghasilkan earnings per share Rp 137,43.

Selain itu, bank juga senantiasa menjaga posisi permodalan dan likuiditas yang solid dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) dan Loan to Deposit Ratio (LDR) masing-masing sebesar 24,0 persen dan 87,3 persen.

Total aset konsolidasian sebesar Rp 357,9 triliun per 30 Juni 2025, yang semakin memperkuat posisi CIMB Niaga sebagai bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia.

Sementara itu, total Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat menjadi Rp 261,9 triliun (+4,8 persen YoY), yang menunjukkan rasio current account and savings account yang baik sebesar 69,0 persen.

Current account and savings account meningkat sebesar 10,9 persen (YoY), dikontribusikan oleh upaya bank untuk membina hubungan nasabah yang lebih erat dan meningkatkan pengalaman nasabah secara keseluruhan melalui layanan digital.

Lani juga mengungkapkan, jumlah kredit/pembiayaan naik 6,8 persen (YoY) menjadi Rp 231,8 triliun, terutama dari pertumbuhan yang baik di berbagai segmen utama.

Perbankan Korporasi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 9,3 persen, sementara usaha kecil menengah naik 7,3 persen (YoY) serta perbankan konsumer tumbuh 4,7 persen (YoY).

”Kenaikan tertinggi pada kredit/pembiayaan ritel terutama dikontribusikan dari pertumbuhan kredit pemilikan mobil yang meningkat sebesar 26,7 persen (YoY),” imbuhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.