SALATIGA, bisnisjogja.id – Selama ini Prodi Ekonomi Pembangunan FBE Universitas Atma Jaya Yogyakarta memberlakukan tugas akhir mahasiswa dalam bentuk menulis skripsi. Namun demikian, ada wacana nonskripsi sebagai alternatif pilihan tugas akhir.
Karena itu, Prodi Ekonomi Pembangunan UAJY melakukan kunjungan komparasi ke Prodi Ilmu Ekonomi FEB UKSW Salatiga. Kunjungan dipimpin Kaprodi Ekonomi Pembangunan, Dr AM Rini Setyastuti.
Sebanyak delapan dosen mendampingi Kaprodi, di antaranya Prof A Gunadi Brata, Sigit Traindaru PhD, Yenny Patnasari MSi selaku Wadek 2 FBE UAJY dan Dr Y Sri Susilo yang juga Plt Humas FBE UAJY.
”Tujuan kunjungan komparasi membandingkan kurikulum dan khususnya bentuk tugas akhir selain skripsi,” ungkap Rini Setyastuti.
Kampusnya memang sedang mempertimbangkan dan menyiapkan nonskripsi sebagai alternatif pilihan tugas akhir. Skripsi tetap ditawarkan namun ada pilihan lain misalnya publikasi artikel setidaknya di jurnal Sinta (1- 4) dan karya ilmiah mahasiswa yang menjadi peringkat satu sampai tiga lomba tingkat nasional.
Publikasi
”Kami menerapkan tugas akhir dalam bentuk Tugas Talenta Unggul (TTU) dengan metode diseminasi dan penilaian akhir dalam bentuk publikasi dan ekspo/pameran hasil riset,” jelas Prof Gatot Sasongko selaku Kaprodi S1 Ilmu Ekonomi FEB UKSW.
Menurut Gatot, TTU dapat dalam bentuk kertas kerja lapangan, laporan project (memulai usaha, mengembangkan usaha, dan studi kasus), publikasi jurnal Sinta 1-4 dan prosiding.
”Kami juga mengembangkan ekspo/pameran sebagai forum untuk menyajikan hasil riset dan project yang merupakan tugas akhir mahasiswa,” ujarnya. Forum ekspo sekaligus sebagai forum ujian bagi mahasiswa untuk menjelaskan hasil karya ilmiahnya.
Gunadi mengakui Prodi Ilmu Ekonomi dan Prodi lain di FEB UKSW sudah selangkah lebih maju dalam menawarkan tugas akhir mahasiswa atau yang disebut Tugas Talenta Unggul (TTU).
Alternatif
Menurutnya, Prodi Ekonomi Pembangunan sebaiknya segera mengkaji dan menerapkan tugas alternatif selain skripsi, termasuk publikasi. Hal lain yang patut dipertimbangkan untuk diadopsi adalah ekspo/pameran hasil karya tugas akhir mahasiswa.
”Bentuk tugas akhir nonskripsi selama tetap dalam bentuk karya tulis ilmiah, bobotnya setara dengan skripsi,” imbuh Sri Susilo.
Ia mengatakan, selama proses pembimbingan oleh dosen dapat berjalan dengan baik dan optimal, karya tugas akhir mahasiswa akan tetap terjamin kualitas.
Selanjutnya ekspo/pameran hasil karya tugas akhir juga dapat memacu kreativitas dan kemampuan presentasi mahasiswa di tempat yang lebih terbuka.





