PANGKALPINANG, bisnisjogja.id – Kota Pangkalpinang adalah ibu kota dan pusat pemerintahan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Indonesia. Menurut Wikipedia (2024), Kota Pangkalpinang terletak antara 20,4’ sampai dengan 20,10’ Lintang Selatan dan antara 106,04’ sampai dengan 106,07’ Bujur Timur. Kota ini terletak di bagian timur Pulau Bangka. Kota Pangkalpinang terdiri dari 7 kecamatan dan memiliki 42 kelurahan.
Secara etimologi, kata “Pangkalpinang” berasal dari dua kata yaitu Pangkal atau Pengkal dan Pinang (Wikipedia, 2024). Kata Pengkal atau Pangkal, dalam bahasa Melayu Bangka diartikan sebagai pusat atau awal mulanya. Sebagai pusat pengumpulan timah, kemudian berkembang artinya sebagai pusat distrik, kota tempat pasar, tempat berlabuh kapal atau perahu dan pusat segala aktifitas dan berbagai aktivitas dimulai. Sedangkan kata Pinang, berasal dari pohon Pinang, yakni sejenis palma yang tumbuh di daerah Pasifik, Asia dan Afrika bagian Timur. Pinang juga merupakan nama buahnya yang diperdagangkan banyak orang.

Tugu titik nol kilometer menjadi daya tarik tersendiri saat mengunjungi Kota Pangkal Pinang, pasalnya berbentuk koin yang berdiameter 4,8 meter dengan berat kurang lebih 600 kilogram. Bentuk koin atau replika Picis Van Pangkal Pinang ini berdiri tegak disamping rumah dinas walikota Pangkal Pinang. Apabila dilihat secara saksama, koin ini merupakan bentuk akulturasi antara kebudayaan Arab dan Tionghoa dimana bagian koin yang menghadap ke Jalan bertuliskan arab “Haza Falus Pangkal Pinang” yang dalam bahasa Indonesia berarti “Ini uang kongsi dari Pangkal Pinang” dan sisi belakang yang menghadap rumah wali kota bertuliskan huruf hakka “Bin Lang atau Pin Lang” yang berarti “Berkembang dan maju secara nyata” serta mengartikan Kota Pangkal Pinang sendiri.
Konon katanya, koin ini pernah digunakan di wilayah ini pada tahun 1217 hijriah atau 1802 masehi yang mengartikan harmonisnya akulturasi kebudayaan di Pangkal Pinang terutama pada aspek perekonomian masyarakat. Pembangunan tugu ini sudah merupakan hasil kesepatan sejarawan yang ada di Pulau Bangka dan menunjukkan Pangkal Pinang yang menggantikan Kota Mentok sebagai bestuur (Pusat Administrasi) setelah didirikannya BankatinWinning yang bertanggung jawab atas penambangan timah di wilayah setempat. Hingga saat ini, sektor ekstraktif menjadi sandaran pertumbuhan ekonomi di Kota Pangkal Pinang.
Besar harapannya, tugu nol kilometer di Pangkal Pinang tetap dapat berdiri kokoh dan tidak tergerus dengan pembangunan infrastruktur seperti yang terjadi di beberapa wilayah lain karena menjadi simbol kemajuan perekonomian Bangka yang dilakukan secara gotong royong dalam akulturasi budaya Arab Melayu dan Tionghoa. Harapan Pangkal Pinang yang berkembang dan maju secara nyata diharapkan menjadi katalis positif yang memberikan semangat kepada stakeholders untuk membangun perekonomiannya. Salam Pangkal Pinang, Kota Beribu Senyuman!.





