MPM Muhammadiyah Perkuat Jaringan Ekonomi Akar Rumput

oleh -424 Dilihat
Ketua MPM PP Muhammadiyah, M Nurul Yamin.(Foto: Y Sri Susilo)

JOGJA, bisnisjogja.id – Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah menggelar “Forum Inklusi Sosial” di Kampus UMY, Yogyakarta, Minggu (08/3/2026) lalu. Kegiatan ini mengusung tema penguatan kapasitas jaringan akar rumput untuk mendorong kemandirian ekonomi.

Sejumlah tokoh penting hadir dalam agenda tahunan tersebut, termasuk Ketua MPM PP Muhammadiyah M Nurul Yamin. Perwakilan dari perbankan syariah, industri asuransi, hingga akademisi turut menyaksikan progres pemberdayaan ini.

Yamin menegaskan pentingnya pendampingan usaha yang intensif dan berkesinambungan. Strategi tersebut terbukti mampu meningkatkan pendapatan komunitas dampingan secara signifikan.

Saat ini, MPM PP Muhammadiyah membina 11 kelompok usaha mikro dan kecil di berbagai wilayah. Ahmad Ma’ruf menjelaskan komunitas mencakup perajin gula semut hingga pedagang asongan.

Daftar kelompok binaan melibatkan sektor yang sangat beragam dan inklusif. Mereka mendampingi komunitas pemulung di Piyungan, nelayan di Gunungkidul, hingga kelompok difabel di Sleman.

Kemandirian Finansial Anggota

Keberhasilan program terlihat dari munculnya kemandirian finansial pada anggota kelompok. Beberapa komunitas bahkan sudah mulai menyalurkan zakat dari hasil keuntungan usaha mereka.

TALI ASIH: Pemberian tali asih pada kelompok dampingan MPM Muhammadiyah.(Foto: Y sri Susilo)

Ketua ICMI DIY, Mahfud Solikhin, memuji model pendampingan yang diterapkan oleh Muhammadiyah. Ia menilai skema pemberdayaan MPM layak menjadi percontohan bagi lembaga atau organisasi lain.

Sekretaris ISEI Cabang Yogyakarta, Y Sri Susilo, mendorong sektor swasta untuk terlibat lebih jauh. Ia berharap program CSR perusahaan dapat bersinergi dengan model pendampingan akar rumput.

Sinergi juga bisa diperluas melalui kolaborasi dengan dunia pendidikan tinggi. Program magang mahasiswa dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dapat difokuskan untuk membantu pengembangan UMKM binaan.

Acara ditutup dengan penyaluran “Kado Ramadhan” kepada sekitar 600 anggota komunitas dampingan. Aksi sosial menjadi simbol apresiasi atas semangat juang ekonomi para pelaku usaha mikro.

No More Posts Available.

No more pages to load.