OJK Edukasi Masyarakat melalui Gerakan Nasional Cerdas Keuangan

oleh -62 Dilihat
Kepala OJK DIY, Eko Yunianto.(Foto: Y Sri Susilo)

STRATEGI optimalisasi pembangunan desa yang dilakukan oleh kantor OJK DIY dengan berkontribusi aktif melalui peran dan fungsi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) yang sudah terbentuk baik di tingkat provinsi, kabupaten maupun kota.

Guna meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, OJK pada tanggal 22 Agustus 2024 telah meluncurkan Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan).

Gerakan ini diharapkan akan mewujudkan generasi yang bijak dalam mengelola keuangan, dan mencapai kesejahteraan keuangan masyarakat. Gerakan melibatkan berbagai pihak, seperti Kementerian/Lembaga, pelaku usaha, dan asosiasi serta dilaksanakan di seluruh kantor OJK di daerah.

Dalam rangka mendukung program Gencarkan tersebut, berbagai kegiatan edukasi dilakukan secara masif oleh kantor OJK DIY, bersinergi dgn stakeholder utama, baik Bank Indonesia, Pemda, maupun akademisi.

Program menyasar berbagai lapisan masyarakat desa, komunitas, guru, mahasiswa/pelajar, UMKM, PKK, kelompok pengajian, mantri pamong praja, lurah/kepala desa, lembaga pemberdayaan masyarakat kelurahan dan penghulu.

Kegiatan Edukasi

Selama tahun 2024, kantor OJK DIY telah melaksanakan kegiatan edukasi sebanyak 138 kegiatan, secara luring, maupun daring, termasuk podcast dan talkshow.

Selama tahun 2025 sd akhir Februari, kantor OJK DIY telah melaksanakan edukasi sebanyak 12 kegiatan. Selain berbagai kegiatan edukasi tersebut, kantor OJK DIY melalui TPAKD juga mendorong berbagai kegiatan.

Kegiatan-kegiatan tersebut antara lain sebagai berikut, pertama, membentuk ekosistem keuangan inklusif (EKI) di wilayah pedesaan, meliputi ekosistem literasi, inklusi keuangan dan mengembangkan potensi perdesaan, antara lain desa wisata Selopamioro dan desa wisata Ngargosari di Kabupaten Bantul.

Kedua, mendorong aliansi strategis khususnya dengan universitas untuk menyusun program kerja sama kegiatan literasi keuangan kepada masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa.

Ketiga, membentuk agen literasi keuangan masyarakat yang siap diterjunkan ke perdesaan untuk melakukan edukasi keuangan kepada masyarakat dengan terlebih dahulu memberikan pembekalan/Training of Trainer (ToT).

Keempat, mendorong PUJK membentuk agen bank/agen laku pandai untuk mendekatkan akses keuangan kepada masyarakat perdesaan melalui peran BumKal/BumDes.

  • Eko Yunianto, Kepala OJK DIY, disampaikan pada Ngobrol Ramadan di Bank BPD DIY, Selasa (25/3/2025)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.