Perekonomian Domestik Tumbuh di Tengah Tantangan Global

oleh -764 Dilihat
Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk, Jahja Setiaatmadja.(Foto: istimewa)

JAKARTA, bisnisjogja.id – Perekonomian domestik mampu bertumbuh di tengah berbagai tantangan serta perubahan lanskap geopolitik global.

Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk, Jahja Setiaatmadja mengungkapkan itu pada paparannya di Jakarta, Jumat (24/1/2025).

Dengan kondisi tersebut, BCA terus berkomitmen mendukung perekonomian nasional. Hal itu terwujud pada penyelenggaraan berbagai acara strategis antara lain BCA Expo, BCA UMKM Fest 2024, BCA Wealth Summit 2024, dan Gebyar Hadiah BCA.

Pertumbuhan Kredit

Jahja memaparkan, PT Bank Central Asia Tbk (IDX: BBCA) dan entitas anak menutup tahun 2024 dengan pertumbuhan total kredit 13,8 persen secara tahunan (y-o-y) menjadi Rp 922 triliun.

Pertumbuhan kredit BCA diikuti terjaganya kualitas pembiayaan perseroan. Rasio loan at risk (LAR) BCA membaik mencapai 5,3 persen pada tahun 2024, dibandingkan 6,9 persen pada 2023.

”Kami berterima kasih atas kepercayaan nasabah serta dukungan pemerintah dan otoritas, sehingga perusahaan mampu melewati 2024 dengan solid dan menorehkan kinerja positif,” tandas Jahja.

Penyaluran pembiayaan per Desember 2024 ditopang kredit korporasi yang tumbuh 15,7 persen (y-o-y) mencapai Rp 426,8 triliun didorong oleh berbagai sektor. Kredit komersial naik 8,9 persen mencapai Rp 137,9 triliun, dan kredit UKM tumbuh 14,8 persen mencapai Rp 123,8 triliun.

Total portofolio kredit konsumer naik 12,4 persen (y-o-y) menyentuh Rp 223,7 triliun, ditopang KKB yang meningkat 14,8 persen mencapai Rp 65,3 triliun dan KPR sebesar 11,2 persen menjadi Rp 135,5 triliun. Outstanding pinjaman konsumer lain (mayoritas kartu kredit) tumbuh 12,8 persen menjadi Rp 22,9 triliun.

Penyaluran Kredit

Penyaluran kredit ke sektor-sektor berkelanjutan tumbuh 12,5 persen (y-o-y) menjadi Rp 229 triliun per Desember 2024, berkontribusi hingga 24,8 persen terhadap total portofolio pembiayaan.

Capaian tersebut salah satunya ditopang kredit kendaraan bermotor listrik yang naik 84,2 persen secara tahunan mencapai Rp 2,3 triliun. Selain itu, BCA juga menyalurkan pinjaman terkait keberlanjutan (Sustainability Linked Loan/SLL) mencapai Rp 1 triliun, nilainya naik tiga kali lipat secara tahunan.

”Kami berkomitmen menerapkan penguatan nilai-nilai environmental, social, and governance (ESG) salah satunya melalui perhitungan jejak karbon yang dihasilkan dari seluruh kegiatan operasional sepanjang tahun,” imbuh Jahja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.