JAKARTA, bisnisjogja.id – Keamanan digital menjadi fokus utama pada kedaulatan artificial intelligence (AI). Karena itu, Vida menegaskan peran krusial keamanan identitas digital sebagai fondasi penting.
Founder dan Group CEO Vida, Niki Luhur mengungkapkan data terbaru menunjukkan tantangan keamanan digital di Indonesia masih signifikan.
”Sebanyak 67 persen konsumen melaporkan transaksi tidak sah dan 84 persen bisnis mengalami insiden keamanan terkait SMS OTP,” ujar Niki, Selasa (29/4/2025).
Ia mengatakan pemerintah telah menekankan pentingnya talenta digital dan infrastruktur yang mumpuni untuk mencapai kedaulatan AI.
”Kami percaya bahwa infrastruktur yang kuat juga mencakup sistem keamanan digital yang andal dan terpercaya,” tandas Niki.
Ekosistem Digital
Menurut kedaulatan AI tidak hanya tentang penguasaan teknologi, tetapi juga tentang menciptakan ekosistem digital yang aman dan kondusif bagi inovasi.
Niki menjelaskan adanya kerentanan yang perlu diatasi bersama. Solusi verifikasi identitas digital yang kuat adalah kunci untuk melindungi masyarakat dan bisnis dari ancaman siber.
Sekaligus membangun kepercayaan yang dibutuhkan untuk perkembangan AI yang berkelanjutan di Indonesia.
”Vida secara aktif mendukung objektif pemerintah melalui berbagai langkah,” imbuh Niki.
Langkah itu, penyediaan infrastruktur keamanan digital, solusi verifikasi identitas online dan tanda tangan elektronik Vida Sign memperkuat lapisan keamanan dalam transaksi digital.
Berikutnya melawan ancaman keamanan berbasis AI, teknologi deteksi penipuan Vida membantu mencegah penyalahgunaan AI untuk tujuan kriminal.
Selain itu, membangun kepercayaan dalam ekosistem digital, dengan solusi yang aman dan terpercaya.
Vida berkontribusi pada terciptanya lingkungan digital yang kondusif bagi adopsi teknologi AI.





