JOGJA, bisnisjogja.id – Mata kuliah kepemimpinan perlu masuk dalam kurikulum magister manajemen. Mereka yang mengambil strata pendidikan tersebut kelak tak hanya berteori ketika berada pada dunia kerja namun juga mampu mempraktikkan manajemen kepemimpinan.
Hal itu terungkap pada focus group discussion pengembangan kurikulum Magister Manajemen Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Kegiatan berlangsung di Meeting Room 2B Kampus UAD Jalan Pramuka, Yogyakarta.
”Ada matakuliah yang perlu dievaluasi keberadannya seperti matakuliah Sistem Informasi Manajemen tapi di sisi lain juga perlu tambahan mata kuliah yang terkait dengan leadership,” tandas Direktur MM UGM Yogyakarta, Prof Amin Wibowo.
Ia menekankan kurikulum MM UAD harus sejalan dengan visi dan misi yang telah disusun. Visi dan misi tersebut harus terimpelemtasikan dalam mata kuliah yang ada.
Beberapa Alasan
Menurut Amin, setidaknya ada beberapa alasan belajar kepemimpinan. Pertama, meningkatkan kemampuan memimpin termasuk kemampuan komunikasi dan mengambil keputusan.
Kedua, meningkatkan kemampuan kerja sama, termasuk membangun tim dan mengelola konflik. Berikutnya, meningkatkan kemampuan pribadi, termasuk kemampuan self management dan adaptasi.
”Keempat, meningkatkan kemampuan karier, termasuk kemampuan mengembangkan jaringan dan memimpin perubahan,” ujar Amin.
Karyawan dan Manajer
Wakil Walikota Terpilih Kota Yogyakarta 2025-2030, Wawan Harmawan SE MM sepakat dengan pendapat Amin Wibowo, Menurutnya mahasiswa Prodi MM UAD harus memperoleh bekal kepemimpinan atau leadership yang cukup memadai.
”Mereka bisa mendapatkan materi kepemimpinan melalui mata kuliah maupun dalam bentuk diskusi serta praktik lapangan,” ujar Wawan.
Ia melihat mayoritas mahasiswa MM UAD merupakan manajer dan karyawan sehingga memudahkan transfer pengetahuan terkait kepemimpinan. Ia berharap, wirausaha, manajer dan karyawan dapat meningkatkan kemampuan leadership dan manajerialnya dengan menempuh studi di MM, termasuk UAD.
”Kami dari ISEI Cabang Yogyakarta selalu mendukung pengembangan kurikulum program sarjana, magister dan doktor dengan menjadi mitra diskusi sekaligus memberikan masukan mewakili organisasi profesi,” imbuh dosen UAJY yang juga Sekretaris ISEI Cabang Yogyakarta, Dr Y Sri Susilo.
Sementara itu, Kaprodi MM UAD, Dr Fitroh Adhilla menambahkan diskusi tersebut untuk mengantisipasi serta menyiapkan berlakunya Permendikbud 53/2023.
Menurutnya evaluasi dan pengembangan kurikulum untuk mengantisipasi perubahan regulasi serta dinamika perubahan lingkungan termasuk pasar merupakan keharusan. Dengan demikian kurikulum MM UAD adaptif dan dinamis terhadap tuntutan perubahan.





