JOGJA, bisnisjogja.id – Perusahaan industri perkapalan, PT Adiluhung Saranasegara Indonesia menggelar FGD Nasional untuk memperkuat strategi bisnis dan pengembangan SDM.
Kegiatan tersebut fokus meningkatkan wawasan seluruh karyawan guna memacu produktivitas yang signifikan di sektor galangan kapal. Tujuan lain, merumuskan langkah konkret agar perusahaan terus berkembang di tengah persaingan global.
Direktur Utama, Anita Puji Utami mengungkapkan gagasannya itu pada pembukaan FGD di Yogyakarta. Ia mengatakan, manajemen mengusung tema kualitas layanan produksi maksimal yang ditunjang oleh aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
”Kami menilai kualitas tanpa keselamatan merupakan risiko besar yang mengancam keberlanjutan industri. Perusahaan berkomitmen menghadirkan standar mutu tinggi untuk menjamin kehandalan armada pelayaran nasional,” papar Anita.
Kendala Regulasi Industri Perkapalan
Dalam forum tersebut, perusahaan menyoroti sejumlah kendala regulasi yang menghambat daya saing industri galangan lokal. Persoalan perizinan pengerukan, birokrasi maintenance, hingga beban PNBP menjadi tantangan operasional yang cukup berat.
”Semua masukan FGD akan disampaikan kepada pemerintah sebagai pertimbangan dalam penyusunan kebijakan dan pemberian insentif,” tandas Anita.
Perusahaannya secara konsisten melakukan peningkatan kualitas SDM melalui berbagai pelatihan dan sertifikasi. Langkah ini memastikan setiap layanan produksi memenuhi regulasi nasional maupun internasional secara ketat.
Perusahaan percaya bahwa sertifikasi kompetensi adalah kunci untuk memberikan layanan terbaik bagi mitra bisnis.
Perusahaan Raih Penghargaan
Anita juga menjelaskan kinerja positif perusahaan yang terbukti meraih sembilan penghargaan dari berbagai instansi dan pemerintah sepanjang tahun. Selain berprestasi, PT Adiluhung juga aktif dalam kegiatan asosiasi serta menjalankan program CSR secara internal maupun eksternal.
Perusahaan terus memperkuat posisi tawar melalui kontribusi nyata bagi masyarakat dan industri maritim.
Pada sektor produksi, PT Adiluhung berhasil melakukan delivery tiga unit kapal milik ETSA pada awal tahun 2025. Saat ini, perusahaan sedang fokus menyelesaikan pembangunan kapal FLF HMS 88 yang ditargetkan selesai tepat waktu.
”Manajemen memproyeksikan pengiriman kapal tersebut akan terlaksana pada akhir tahun 2026 mendatang,” imbuh Anita.
Upaya peningkatan standar secara langsung mendukung kelancaran operasional holding, PT Dharma Lautan Utama. Dengan menghasilkan kapal yang aman dan andal, perusahaan turut menjaga konektivitas logistik dan pertumbuhan ekonomi maritim Indonesia.






