BEBERAPA referensi menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi adalah peningkatan kegiatan ekonomi masyarakat yang menyebabkan peningkatan jumlah produksi barang dan jasa di suatu negara atau wilayah pada periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi adalah peningkatan produksi barang dan jasa dalam suatu perekonomian di suatu wilayah (BPS, 2025).
Baru saja BPS mempublikasikan pertumbuhan ekonomio di tingkat Nasional dan Daerah (Provinsi, Kabupaten dan Kota) (BPS, 05/02/26). Perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 5,11 persen, lebih tinggi dibandingkan capaian tahun 2024 yang mengalami pertumbuhan sebesar 5,03 persen (pertumbuhan kumulatif/c-to-c).
Perekonomian DIY tahun 2025 tumbuh sebesar 5,49 persen, terjadi percepatan dibanding capaian tahun 2024 yang tumbuh sebesar 5,03 persen (c-to-c). Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha Konstruksi sebesar 7,90 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 8,24 persen (BPS DIY, 05/02/26).
Data berikut menyajikan pertumbuhan ekonomi Provinsi di Pulau Jawa. Pada tahun 2025, perekonomian DIY tumbuh paling tinggi dibandingkan provinsi lain di Pulau Jawa. Pertumbuhan ekonomi DIY mencapai 5,49 persen. Capaian tersebut juga di atas pertumbuhan ekonomi Indonesia yang sebesar 5,11 persen (lihat Tabel). Pada tahun 2024, pertumbuhan ekonomi DIY (5,03 persen) juga paling tinggi dibandingkan provinsi lain di Pulau Jawa.

Setelah DIY menyusul provinsi Banten (5,37 persen) dan Jawa Tengah (5,37 persen) kemudian diikuti provinsi Jawa Timur (5,33 persen), Jawa Barata (5,32 persen) dan DKI Jakarta (5,21 persen). Pertumbuhan ekonomi DIY didorong oleh Lapangan Usaha Konstruksi, seperti misalnya pembangunan Jalan Tol, Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) dan Jembatan Pandansimo.
Pengalaman menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur selama ini mampu mendorong perekonomian tumbuh lebih tinggi. Pada saat Pembangunan Bandara YIA , JJLS (Jalan Jalur Lintas Selatan) dan Fly Over juga mampu mendorong ekonomi DIY tumbuh di atas 6 persen.
Fenomena infrastructure led growth nampaknya berlaku di wilayah DIY. Pada tahun 2026 ini, diharapkan pertumbuhan ekonomib DIY setidaknya sama dengan tahun 2025 atau melebihi pertumbuhan ekonomi tahun lalu. Harapan tersebut terkait dengan proyek jalan tol masih berlangsung.sampai akhir tahun ini.
- Penulis, Dr Y Sri Susilo SE MSi, Dosen Prodi Ekonomi Pembangunan FBE UAJY, Sekretaris ISEI Cabang Yogyakarta, Waket Bidang Komdigi Kadin DIY dan Waket Bidang Ekonomi API DIY.






