- Efek pengganda ekonomi yang diciptakan dari kegiatan lomba lari penulis sebut sebagai runomics. Jika dicermati maka runomics dapat diukur dari penciptaan nilai tambah dan pendapatan. Kegiatan tersebut meningkatkan pendapatan melalui pendaftaran, pengeluaran peserta lomba lari untuk akomodasi, transportasi, makanan, dan cinderamata.
LOMBA lari marathon, half marathon, 10K dan 5K beberapa waktu terakhir intensitasnya meningkat. Terakhir, berlangsung Bank BPD DIY Malioboro Run, Minggu (5/10/205) di Yogyakarta. Sebelumnya ada kegiatan KR Run (Minggu, 28/09/2025) dan Yogyakarta QRIStimewa Run Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY (Minggu, 10/08/2025).
Sebagaimana kegiatan yang lain, seperti konser musik, festival seni dan budaya, kegiatan olah raga lain dan MICE (meetings, incentives, conferences and exhibitions) merupakan eventonomics.
Beberapa sumber menyebut eventonomics adalah sebuah konsep yang menggabungkan ”event” (acara) dan ”economics” (ekonomi) untuk menciptakan strategi pengembangan ekonomi melalui pengemasan dan penyelenggaraan berbagai acara (event) yang terstruktur dan berkelanjutan.
Tujuannya menggairahkan perekonomian, menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru, dan memberikan dampak luas bagi berbagai sektor ekonomi dengan memanfaatkan keindahan dan keramahan masyarakat suatu daerah.
Dengan mencermati definisi dan tujuan tersebut maka lomba lari yang diikuti oleh ribuan pelari dipastikan menciptakan efek pengganda ekonomi yang besar dan nyata.
Efek pengganda ekonomi yang diciptakan dari kegiatan lomba lari penulis sebut sebagai runomics. Jika dicermati maka runomics dapat diukur dari penciptaan nilai tambah dan pendapatan. Kegiatan tersebut dapat meningkatkan pendapatan melalui pendaftaran peserta, pengeluaran peserta lomba lari untuk akomodasi, transportasi, makanan, dan cinderamata.
Dampak ekonomi tidak hanya terbatas pada sektor terkait langsung, tetapi juga merambat ke berbagai kegiatan ekonomi lain, seperti pariwisata, pemasok hotel dan UMKM lokal.
Selanjutnya, peningkatan citra daerah. Lomba lari dapat meningkatkan reputasi dan daya tarik suatu kota atau negara sebagai tujuan wisata dan investasi. Dalam penyelenggaraannya, lomba lari juga melibatkan tenaga kerja dalam jumlah tidak sedikit dari penyelenggarara acara (EO/event organizer), keamanan dan tenaga pendukung lainnya.
Stimulasi Bisnis
Untuk kegiatan olahraga yang lebih lebih besar, seperti Pekan Olahraga Nasional (PON), SEA Games, Asian Games dan Olimpiade, suatu daerah/negara bahkan perlu meningkatkan dan membangun infrastruktur yang baru.
Pembangunan stadion dan fasilitas pertandingan lainnya, transportasi dan juga akomodasi bagi atlet tentu berdampak ekonomi secara nyata baik dalam jangka pendek dan jangka panjang.
Kegiatan lomba lari menjadikan stimulasi bisnis dan ekonomi lokal. Usaha hotel, restoran, kafe, toko ritel, dan bisnis lain di sekitar lokasi lomba mendapatkan keuntungan dari peningkatan permintaan.
Demikian pula usaha kecil dan UMKM yang terintegrasi dengan acara juga dapat berkembang, seperti yang terjadi pada Bank BPD DIY Malioboro Run.
Sebagai contoh, Malioboro Run yang pesertanya mencapai 7.000 pelari. Jumlah tersebut melonjak hampir dua kali lipat dari tahun 2024 dengan 4.000 peserta. Peserta berdatangan dari penjuru Indonesia dan bahkan mancanegara. Pengeluaran peserta dari mulai biaya pendaftaran, transportasi, penginapan dan pengeluaran lain jumlahnya tidak kecil.
Pengamatan penulis, Maliboro Run bisa menggerakkan terutama sektor riil khususnya UMKM, perhotelan dan transportasi di Yogyakarta. Data dari PHRI DIY yang disampaikan salah satu panitia, hampir seluruh hotel yang berlokasi sekitar tengah Kota Yogyakarta terisi 90 persen dan di luar kota terisi sekitar 65 persen.
Lokasi finish, panitia juga menyediakan tempat bagi puluhan UMKM untuk berjualan kuliner. Para pelari dapat membeli berbagai makanan dan minuman yang disajikan pedagang UMKM.
Dari sisi permintaan, kegiatan lomba lari dipastikan diminati calon peserta. Sering terjadi permintaan lebih besar dari penawaran, artinya jumlah pendaftar melebihi dari kuota peserta yang disediakan oleh panitia penyelenggara.
Kondisi tersebut langsung atau tidak langsung menjadi daya tarik sponsor untuk mendukung kegiatan lomba lari. Dari runomics mendukung eventonomics! Kondisi tersebut akan terwujud jika omba lari dikelola dengan strategi yang tepat.
- Penulis, Dr Y Sri Susilo, Dosen Prodi Ekonomi Pembangunan FBE UAJY, Sekretaris ISEI Cabang Yogyakarta dan Pengurus Kadin DIY.






