Saatnya Pelaku Industri Kuliner Berkenalan dengan Teknologi Terkini

oleh -408 Dilihat
PEMBUKAAN PAMERAN: Penampilan kesenian barongsai menjadi salah satu acara dalam pembukaan Jogja Food & Beverage Expo 2025 di JEC.(Foto: Priyo Wicaksono)

JOGJA, bisnisjogja.id – Industri kuliner berkembang pesat di tengah dinamika ekonomi global. Banyak pelaku usaha informal bergerak pada bidang yang mampu menyerap tenaga kerja tidak sedikit tersebut.

Mewadahi gegap gempitanya industri kuliner, Krista Exhibitions menggelar pameran Jogja Food & Beverage Expo 2025 di JEC, 21 – 24 Mei 2025. Pameran terangkai dengan Jogja Pack & Process Expo, Jogja All Tea Expo, dan Jogja Printing Expo 2025.

”Kami berusaha menghadirkan sinergi antar sektor yang saling melengkapi, sekaligus menciptakan ekosistem terpadu bagi pelaku industri makanan, minuman, teh, pengemasan, dan percetakan,” ungkap CEO Krista Exhibitions, Daud D Salim.

Ia menyampaikan hal itu pada pembukaan pameran yang dimeriahkan kesenian tradisional Tiongkok, barongsai. Penampilan atraktif barongsai menghipnotis pengunjung yang menyaksikannya.

Langkah Strategis

Menurut Daud, Jogja Food & Beverage Expo 2025 merupakan langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan industri makanan dan minuman di wilayah Yogyakarta.

Pameran merupakan wadah promosi, kolaborasi, dan pengembangan bisnis meliputi makanan, minuman, kemasan, hingga teh.

”Kami berharap pameran ini dapat memperkuat potensi lokal Yogyakarta agar semakin kompetitif di pasar nasional maupun global,” tandas Daud.

Jogja Food & Beverage Expo 2025, Jogja All Tea Expo 2025 dan Jogja Pack & Process Expo 2025 hadir sebagai platform strategis untuk menampilkan berbagai inovasi, teknologi, dan tren terkini dalam industri makanan, minuman, pengolahan, dan kemasan.

PERALATAN MODERN: Pelaku usaha kuliner dapat memanfaatkan peralatan modern guna mencapai kuantitas dan kualitas produksi.(Foto: Priyo Wicaksono)

”Pameran ini menjadi titik temu antara pelaku industri di seluruh rantai pasok mulai dari produsen bahan baku, manufaktur, distributor, hingga UMKM dengan pembeli potensial, mitra dagang, dan investor dari dalam maupun luar negeri,” ujar Daud.

Sebanyak 150 peserta, termasuk 40 pelaku UMKM menampilkan produk-produk unggulan dari sektor makanan, minuman, kemasan, hingga percetakan.

Tradisi dan Inovasi

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam sambutan yang dibacakan staf ahli Sukamto SH MH mengatakan pameran bukan hanya menjadi ruang promosi dan temu bisnis.

Lebih jauh lagi, pameran menegaskan kembali semangat Yogyakarta sebagai kota yang memadukan tradisi dan inovasi.

Sultan menegaskan, pameran mampu mempertemukan pelaku UMKM, produsen, inovator, dan pemangku kepentingan dari berbagai sektor-baik teh, kuliner, hingga teknologi percetakan dalam satu ekosistem yang saling memperkuat.

Kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi pondasi penting menuju ekonomi daerah yang inklusif, kreatif, dan berkelanjutan.

”Pemerintah DIY mendorong sinergi antara kearifan lokal dan kemajuan teknologi. Dengan semangat Hamemayu Hayuning Bawana-merawat harmoni dunia-Yogyakarta terus membuka diri bagi inisiatif yang membawa manfaat luas, memperluas jejaring global, sekaligus menjaga jati diri bangsa,” tandas Sultan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.