Pemerintah Gagal Atasi Pengangguran, Ekspor Tenaga Kerja jadi Solusi

oleh -352 Dilihat
Ilustrasi Gedung Pusat UGM.(Foto: dok UGM)

JOGJA, bisnisjogja.id – Jumlah pengangguran terutama yang berpendidikan terus meningkat. Berdasarkan data laporan Badan Pusat Statistik (BPS) terbaru, tingkat pengangguran per Februari 2025 mencapai 7,28 juta orang dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) sebesar 4,76 persen.

Jumlah tersebut bertambah sebanyak 83.000 orang dibanding tahun sebelumnya. Jika dilihat berdasarkan jenjang pendidikan, lulusan sekolah menengah dan perguruan tinggi menempati peringkat teratas dalam jumlah pengangguran.

”Tingginya angka pengangguran dari kelompok berpendidikan karena jumlah angkatan kerja terus bertambah di tengah kondisi lapangan kerja yang minim,” ungkap pakar ketenagakerjaan dari Fisipol UGM, Prof Tadjuddin Noer Effendi.

Selain itu, ada ketidaksesuaian antara kebutuhan industri dengan kompetensi sumber daya yang ada. Menurutnya pemerintah gagal menjembatani sektor pendidikan dengan industri.

”Cita-cita Indonesia Emas mungkin cuma impian karena kita kehilangan tenaga potensial untuk membangun Indonesia. Bagaimana kita wujudkan itu tanpa melibatkan mereka melalui serapan tenaga kerja,” tandas Tadjuddin.

Masalah Sosial

Menurut Tadjuddin, tingginya tingkat pengangguran tanpa adanya solusi tepat sasaran dapat berpotensi memunculkan serangkaian masalah sosial. Masalah itu seperti meningkatkan kemiskinan, kriminalitas, sampai melemahkan kompetensi masyarakat.

”Pemerintah perlu berupaya menciptakan peluang lapangan kerja terdidik yang mampu menampung sebagian besar angkatan kerja,” sarannya.

Tadjuddin memberi contoh pemerintah bisa mendorong upaya pelatihan kompetensi, pembangunan UMKM dan membuka lagi kartu pra kerja. Ia mengusulkan karena banyaknya tenaga kerja berpendidikan, perlu revitalisasi pendidikan, terutama pelatihan vokasi.

Pendidikan terapan perlu mendapat dukungan lebih besar agar bisa tersalurkan langsung di sektor industri. Pengembangan pelatihan berbasis digital tak kalah penting mengingat tantangan teknologi baru akan terus muncul.

Ekspor SDM

”Apabila pemerintah belum bisa menyediakan lapangan kerja yang memadai, ada peluang pengentasan pengangguran melalui ekspor tenaga kerja ke luar negeri,” ujar Tadjuddin memberi salah satu solusi.

Kebutuhan tenaga kerja negara lain cukup tinggi sedangkan Indonesia memiliki kelebihan jumlah tenaga kerja.

Menurutnya, menyalurkan tenaga kerja bisa menjadi salah satu solusi. Dengan catatan, pemerintah perlu menjamin keamanan dan perlindungan tenaga kerja.

Ia berharap agar pemerintah bisa menciptakan strategi yang efektif dalam mengatasi pengangguran dengan peluang-peluang yang ada.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.