JOGJA, bisnisjogja.id – Sarjana ekonomi tidak hanya fokus untuk menjadi analis namun bisa juga pengusaha. Karena itu, sejak mahasiswa dapat memperkaya pemahaman dan pengalamannya tentang dunia bisnis dan manajemen.
Kepala International Program of Islamic Economics and Finance, UMY, Dimas Bagus Wiranatakusuma PhD mengungkapkan hal itu. Ia berpendapat, pemahaman ilmu ekonomi dan kemampuan berbisnis menjadi kompetensi bagi para sarjana ekonomi yang berdaya saing di masa depan.
”Kami berupaya menciptakan karakter mahasiswa yang berjiwa bisnis, salah satunya dengan insiasi program double degree bersama Mindanao State University – Iligan Institute of Technology (MSU-IIT) Filipina,” papar Dimas, Rabu (6/11/2024).
Perluas Wawasan
Menurutnya, program double degree selain mendapatkan gelar bidang bisnis, juga mampu memperluas wawasan mahasiswa pada lingkup global.
”Melihat trennya, ekonomi akan menjadi lebih praktis, implementatif dan berdampak ketika bersamaan dengan pemahaman bisnis,” tandas Dimas.
Ia menilai jika hanya paham terkait fungsi ekonomi dalam makro dan mikro ekonomi, ekonomi pembangunan maupun manajerial, akan sebatas teori jika mahasiswa tidak mewujudkan melalui pengelolaan bisnis.
Kerja sama IPIEF UMY dan College of Economics, Business and Accoutancy MSU-IIT saat ini masih dalam proses penyelarasan mata kuliah. Kedua pihak tengah menyusun langkah berikutnya untuk penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA).





