Sejumlah Rektor Bertemu, Bahas Penyelamatan Kampus Swasta

oleh -648 Dilihat
Rektor Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Dr G Sri Nurhartanto.(Foto: Y Sri Susilo)

 

Selain penurunan jumlah mahasiswa, kampus swasta juga menghadapi tantangan untuk keberlanjutan. Tantangan tersebut antara lain regulasi pemerintah yang sering berubah dinamis, tuntutan akreditasi, anggaran infrastruktur yang meningkat dan lainnya.

 

JOGJA, bisnisjogja.id – Keluarga Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (Kafegama) DIY dan Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) menyelenggarakan seminar nasional dengan topik ”Menyelamatkan Nasib Perguruan Tinggi Swasta (PTS)”.

Seminar berlangsung di auditorium kampus UAJY Babarsari, Yogyakarta (Rabu, 27/09/25). Sejumlah pihak memberi dukungan antara lain LLDIKTI V DIY, Aptisi V DIY dan Kantor Perwakilan BI DIY.

Narasumber yang hadir, Prof Fathul Wahid (Ketua Aptisi V DIY/Rektor UII), Prof. Ainun Naim (Guru Besar FEB UGM) dan Sri Darmadi Sudibyo (Kepala Perwakilan BI DIY).

Narasumber Prof M Najib (Direktur Kelembagaan, Ditjen Dikti, Kemendiktisaintek RI) hadir secara daring. Penanggap materi seminar Prof Didi Achjari (Ketua ISEI Cabang Yogyakartra). Bertindak moderator Prof Edy Suandi Hamid (Rektor UWM Yogyakarta).

Rektor UAJY, Dr G Sri Nurhartanto membuka seminar nasional disambung pengantar seminar oleh Prof Setyabudi Indartono (Kepala LLDIKTI V DIY). Turut menyambut peserta, Kepala Kafegama DIY Dr Bogat AR.

Alami Penurunan

Nurhartanto mengungkapkan mayoritas PTS dalam bebeberapa tahun terakhir mengalami penurunan jumlah mahasiswa baru. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kondisi tersebut.

NARASUMBER: Para narasumber dalam seminar nasional membahas nasib kampus swasta.(Foto: Y Sri Susilo)

Pertama, pada beberapa tahun penerimaan mahasiswa baru sebagian Perguruan Tinggi Negeri (PTN) jalur mandiri dibuka sampai akhir bulan Agustus.

Pada tahun 2025 oleh Kemendikrisaintek dibatasi sampai bulan Juli. Sebagian PTN tersebut juga menambah kapasitas atau daya tampung mahasiswa baru.

Kedua, kecenderungan PTN untuk membuka program studi (prodi) baru. Kondisi tersebut juga menjadikan kapasitas PTN tersebut meningkat. Peningkatan tesebut menjadikan pangsa pasar PTS mengalami penurunan.

Ketiga, berkaitan dengan menurunnya pendapatan atau daya beli masyarakat. Kondisi tersebut menjadikan sebagian masyarakat, khususnya kelompok berpendapatan tidak tetap, menjadi tidak mampu mengirimkan anaknya untuk kuliah ke luar daerah. Hal ini berkaitan kemampuan untuk membiayai biaya kuliah dan biaya hidup di kota/daerah lain.

Keempat, persaingan antar PTS juga menjadi salah satu penyebab. Data menunjukkan bahwa sebagian PTS di beberapa daerah jumlah mahasiswa barunya justru meningkat. Kondisi ini menjadikan jumlah mahasiswa baru PTS di kota tujuan kuliah, termasuk Yogyakarta, mengalami penurunan.

Tantangan PTS

Di samping penurunan jumlah mahasiswa, PTS juga menghadapi tantangan untuk keberlanjutan. Tantangan tersebut antara lain regulasi pemerintah yang sering berubah dinamis, tuntutan akreditasi, anggaran infrastruktur yang meningkat dan sebagainya.

”Kampus swasta memang harus siap menghadapi tantangan dan dinamika regulasi yang ada,” ujar Nurhartanto.

Kondisi perekonomian saat ini juga mempengaruhi penurunan jumlah mahasiswa baru PTS. Menurutnya harus diakui sebagian pendapatan orang tua/wali mahasiswa baru mengalami penurunan sehingga menjadikan mereka menunda atau tidak membiayai anaknya di luar kota atau bahkan di kota/daerahnya sendiri.

”Biaya kuliah saat ini menjadi salah pertimbangan utama orang tua/wali untuk membiayai kuliah di PTS,” ungkap Nurhartanto yang juga Dosen Fakultas Hukum UAJY.

Menurut Rektor UAJY tersebut, ada beberapa variabel penentu keputusan orang tua/wali memutuskan memilih PTS untuk putra-putrinya. Variabel tersebut antara lain, akreditasi prodi, fasilitas infrastruktur, kualitas dosen, kemudahan lulusan mencari pekerjaan dan sebagainya.

”Mayoritas peserta seminar juga berharap pemerintah memberikan kemudahan terkait regulasi dan biaya akreditasi ditanggung oleh negara,” imbuh Humas Kafegama DIY, Dr Y Sri Susilo yang sekaligus Ketua Panitia Semnas.

Sejumlah pihak membantu penyelenggaraan seminar yakni Bank BPD DIY, Bank Jateng, Bank BPR Danagung, Bank BPR MSA, PLN Indonesia Power, Askrindo, SWID dan beberapa lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.