PROBOLINGGO, bisnisjogja.id – Toleransi dan ketahanan pangan. Dua hal itu tampak pada penanaman pohon pisang rasa di Hutan Brabe Maron, Probolinggo. Tak tanggung-tanggung, seribu pohon ditanam oleh umat lintas agama, Islam, Katolik dan Kristen.
Bibit pisang sebanyak itu untuk penanaman sembilan titik lobang di kawasan hutan. Tujuannya tak lain untuk membantu pemerintah mewujudan ketahanan pangan.
Ketua PC GP Ansor Kota Kraksaan, Zen Ubaidillah mengungkapkan, tak mudah menuju lokasi hutan yang berada sekitar 28 kilometer dari kota. Rute dan medan sangat sulit. Namun demikian, umat lintas agama tetap semangat menuju lokasi.
”Penanaman pohon pisang raja ini diatur rapi sedemikian rupa, dan terasa sekali keindahan kebersamaan, harmoni dan toleransi,” tandas Zen di sela-sela penanaman pohon pisang raja.
Kegiatan bertajuk ”Dialog Karya Penanaman 1.000 Pohon Pisang” berlangsung di lahan wakaf milik MWC NU Maron yang terletak di Desa Brabe, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo.
Motor kegiatan datang dari GP Ansor Kota Kraksaan dan GP Ansor Kecamatan Maron yang kemudian menggandeng umat Katolik Kraksaan dan umat GKJW Kraksaan.
Toleransi
Hadir dalam penanaman, Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Kraksaan Kyai Misnaji, Ketua MWC NU Kecamatan Maron Ustadz Cung Asy’ari, Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Ansor, Rama Fadjar Tedjo Soekarno dari Gereja Katolik St Paulus Kota Kraksaan dan Pendeta Yosephine dari Gereja Kristen Jawa Wetan (GKJW) Kota Kraksaan. Hadir pula dalam acara ini, pengurus cabang NU dari Mojokerto.
”Kegiatan ini merupakan bentuk konkrit toleransi antarumat beragama dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Zen.
Kyai Misnaji menambahkan dukungan dan restu penuh bagi para sahabat PC GP Ansor Kota Kraksaan dan PAC GP Ansor Maron.
Ia sampaikan apresiasi karena kejelian para sahabat Ansor membaca dan memanfaatkan potensi pimpinan dan anggota demi kemandirian organisasi apalagi dengan komitmen menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Pernyataan dukungan juga datang dari Ustadz Cung Asy’ari, sebagai Ketua MWC NU Kecamatan Maron yang juga pemangku wilayah NU maron sekaligus pemilik tanah wakaf yang diserahkelolakan kepada PAC GP Ansor Maron.
Kunjungan ke Vatikan
Rama Fadjar dari Gereja Katolik St Paulus, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, menjelaskan, kegiatan lintas iman untuk ketahanan pangan lahir dari pertemuannya dengan Addin Jauharudin, Ketum GP Ansor pada awal September 2025 yang dihadiri AM Putut Prabantoro, Penasihat Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI).
Persahabatan ketiganya terjadi karena ketiganya merupakan peserta rombongan organisasi pemuda keagamaan lintas iman yang beraudiensi dengan Paus Fransiskus di Vatikan pada 21 Agustus 2024.
Rombongan pemuda lintas iman dipimpin oleh Addin Jauharudin. Mereka datang ke Vatikan dalam rangka promosi perdamaian dunia berdasarkan Pancasila dan Dokumen Abu Dhabi. Dokumen Abu Dhabi berisi tentang ”Persaudaraan Manusia untuk Perdamaian Dunia dan Hidup Berdampingan” yang ditandatangi oleh Paus Fransiskus dan Imam Besar Al Azhar, Mesir, Syeikh Ahmed At-Tayyeb pada Februari 2019.
”Kegiatan ini juga selaras dengan pesan Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia (SAGKI) yang berlangsung di Jakarta dari 3-7 November 2025,” jelas Fajar.
Pesan utama dari SAGKI 2025, salah satunya adalah Gereja Katolik berjalan bersama masyarakat dan bangsa. Umat awam diminta lebih aktif, hadir dan bermanfaat di tengah masyarakat melalui berbagai pelayanan dan dialog, serta memiliki semangat solidaritas lintas iman.
Pendeta Josephine dari GKJW Kraksaan, menekankan, siapa saja tidak hidup di dunianya masing-masing. Perjumpaan umat lintas agama selalu terjadi. Kegiatan tanam pohon pisang merupakan bentuk sederhana toleransi dan persaudaraan lintas iman.







