JOGJA, bisnisjogja.id – Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X berharap PT PLN mampu melakukan penyesuaian antara layanan umumnya dengan karakteristik kebutuhan. Pasalnya, kebutuhan listrik DIY berbeda dengan daerah-daerah lainnya.
Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY, Tri Saktiyana mengungkapkan itu usai mendampingi Sultan bertemu dengan General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah dan DIY, Bramantyo Anggun Pambudi.
”Gubernur menyampaikan bahwa kebutuhan listrik khusus DIY ini lebih banyak ke rumah-rumah penduduk, kompleks pemukiman, kemudian juga hotel dan pendukung pariwisata,” ujar Tri.
Karena itu, Sultan minta supaya nanti karakter public service PLN juga harus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
Kebutuhan Listrik
Tri menjelaskan, karakteristik kebutuhan listrik DIY agak berbeda dengan provinsi yang lain. Apalagi di DIY pun keberadaan industri-industri besar masih terbatas. Sektor industri yang ada lebih ke arah home industry maupun industri menengah.
”Pertemuan dilakukan karena adanya pergantian kepala PLN untuk wilayah Jateng dan DIY. Semoga kepala yang baru bisa melakukan apa yang diharapkan Gubernur DIY,” harap Tri.
General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah dan DIY, Bramantyo Anggun Pambudi mengatakan, kedatangannya untuk silaturahmi selaku pejabat baru.
Selama pertemuan, menurutnya, Sultan lebih menerangkan ke arah pengembangan DIY ke depan dan juga kebutuhan listrik masyarakat.
”Ngarsa Dalem menjelaskan Jogja memiliki visi ke depan akan menjadi provinsi yang lebih maju, namun lebih ke arah padat karya. Ini tentu saja dengan menggunakan listrik yang juga bersih,” imbuh Bramantyo.
Ia menambahkan, PLN sangat siap membantu seluruh pertumbuhan ekonomi dan mendorong masyarakat semakin tumbuh.





