KONDISI perekonomian Indonesia saat ini menunjukkan kombinasi tekanan eksternal dan kelemahan domestik yang tidak bisa lagi dianggap sebagai siklus biasa. Pelemahan IHSG hingga 18,49 persen, depresiasi rupiah yang menembus Rp 17.400 per dolar AS (bahkan lebih tinggi di pasar offshore), serta net foreign sell yang mencapai Rp 32,9 triliun mencerminkan menurunnya kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi nasional.

PERDEBATAN mengenai batas defisit anggaran kembali mencuat. Di satu sisi, Presiden Prabowo Subianto berkali-kali menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga defisit APBN berada dalam koridor undang-undang, yakni maksimal tiga persen dari PDB. Bahkan dalam beberapa kesempatan ia malah menginginkan target yang lebih ekstrem, yaitu anggaran berimbang (balanced budget).

PERUBAHAN outlook peringkat kredit Indonesia oleh Moody’s Ratings dari ”stabil” menjadi ”negatif” jangan dimaknai sekadar catatan teknis administratif lembaga pemeringkat. Ketika catatan itu datang bersamaan dengan derasnya arus keluar dana asing dari pasar keuangan domestik, dering alarm sesungguhnya bukan hanya untuk para investor, tetapi juga bagi otoritas manajemen utang negara.

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.