Tak Lagi Mengayuh, Supardi Terima Bantuan Becak Listrik

oleh -286 Dilihat
LISTRIK: Pengemudi becak kayuh memperoleh bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo.(Foto: Bambang SA)

JOGJA, bisnisjogja.id – ”Sangat membantu sekali. Terima kasih Pak Prabowo dan Pak Budi. Saya sudah ngayuh becak 35 tahun, dari zaman SMP,” ucap Supardi (50), dengan nada suara bergetar saat mencoba unit becak listrik barunya di halaman Gedung DPRD DIY, Selasa (23/12/2025) sore.

​Warga Gedongkuning, Kota Gede ini merupakan satu dari 200 penarik becak di DIY yang menerima bantuan becak listrik murni dari dana pribadi Presiden RI Prabowo Subianto.

Bagi Supardi, bantuan ini adalah jawaban atas lelahnya selama puluhan tahun mengandalkan tenaga fisik demi penghasilan rata-rata Rp50 ribu per hari.

​”Prosesnya sangat mudah, cuma pakai KTP dan dapat undangan. Sekarang dapat hadiah dari Pak Prabowo. Rasanya beda banget dengan becak kayuh, kemarin sudah ikut pelatihannya,” lanjut Supardi yang berencana tetap beroperasi di seputaran Kota Yogyakarta.

Inisiatif Pribadi

​Wakil Ketua DPRD DIY dari Fraksi Gerindra, Budi Waljiman, yang menyerahkan bantuan tersebut menjelaskan bahwa inisiatif tersebut lahir dari rasa iba Presiden Prabowo melihat para lansia yang masih harus mengayuh becak di pinggir jalan.

​’Ini bantuan langsung dari pribadi Pak Prabowo, bukan uang negara. Beliau kasihan melihat para tukang becak yang sudah sepuh masih mencari nafkah dengan mengayuh dan tidur di pinggir jalan. Total secara nasional sudah hampir 6.000 unit disebar,” papar Budi.

​Becak listrik itu merupakan produksi PT Pindad Bandung. Selain lebih ramah lingkungan, becak dirancang dengan standar keamanan yang lebih baik dan tampilan modern untuk mendongkrak daya tarik pariwisata di Yogyakarta.

Syarat Penerima

​Budi menegaskan, untuk wilayah DIY, bantuan sebanyak 200 unit ini diprioritaskan bagi penarik becak konvensional yang rata-rata berusia di atas 55 tahun. Mengingat harga per unitnya mencapai Rp 22 juta, terdapat komitmen kuat agar unit ini tidak berpindah tangan.

​”Dibagikan gratis, tapi ada perjanjiannya. Dilarang untuk dijual. Ini adalah aset untuk mereka mencari nafkah dengan lebih manusiawi,” tegas Budi.

Wilayah distribusinya, Kota Yogyakarta menerima sekitar 55 unit, sementara porsi terbesar disalurkan ke Bantul karena mayoritas domisili penarik becak berada di sana.

​Mengenai pengisian daya, Budi memastikan para penarik becak tidak akan kesulitan. Kantor-kantor DPC dan DPD Partai Gerindra di seluruh DIY wajib menjadi charging station gratis.

​”Selain kantor Gerindra, para wakil bupati dari Bantul, Kulon Progo, Gunungkidul, hingga Sleman juga sudah menyatakan kesiapan kantor mereka untuk membantu pengisian daya para penarik becak,” tambahnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.