JOGJA, bisnisjogja.id – Perkembangan keuangan digital sangat pesat. Salah satunya ada dompet digital sebagai pilihan pembayaran nontunai. Kendati demikian, kadang-kadang masih ada yang ingin menarik uangnya secara tunai.
Perusahaan teknologi keuangan berbasis dompet digital, DANA, berusaha melayani dan mempermudah nasabah dengan menarik uang tunai tanpa kartu ATM.
”Kami berupaya meningkatkan kapabilitas untuk menjangkau pengguna di berbagai daerah dengan kebutuhan yang kian beragam,” ungkap Chief Innovation Officer DANA Indonesia, Darrick Rochili, Rabu (30/10/2024).
Perusahaannya bekerja sama dengan ATMi (PT Abadi Tambah Mulia Internasional), menambah pilihan tarik tunai tanpa kartu yang tersedia di 9.000 ATM. Mesin uang tersebut tersebar seluruh Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara Barat sampai Nusa Tenggara Timur.
Kebutuhan Pengguna
Menurut Darrick layanan tarik tunai tanpa kartu sudah berjalan sejak Oktober 2024. Dengan semangat inklusivitas yang sama dengan ATMi, DANA percaya pilihan tarik tunai melalui ATMi mampu menjembatani kebutuhan pengguna.
”Misi kami menjadi penyedia jaringan ATM Independen yang bisa menyediakan akses keuangan terpercaya dan dekat masyarakat. Perpaduan teknologi DANA dan ATMi, sangat memungkinkan tarik tunai tanpa kartu,” papar President Director ATMi, Rudy Hadi.
ATMi merupakan penyedia jaringan ATM Independen dengan dukungan PT ALTO Network. Pengguna DANA dapat memanfaatkan ATM ATMi di berbagai wilayah.
Sebanyak 74 persen lokasi ATM milik ATMi tersedia di kota-kota satelit dan pedesaan sesuai dengan segmen pasar DANA. Jaringan ATM ATMi bisa ditemukan di gerai ritel minimarket, seperti Alfamart dan Indomaret, juga pasar tradisional.
Biaya Gratis
Director of Business ALTO, Rangga Wiseno menyambut baik kerja sama tersebut. Pihaknya berkomitmen selalu memberikan solusi terbaik melalui teknologi pembayaran yang terus berkembang.
Guna mendorong masyarakat untuk merasakan pengalaman tarik tunai, DANA dan ATMi memberikan gratis biaya tarik tunai saldo DANA hingga 31 Desember 2024.
Dengan menghilangkan biaya tarik tunai, pengguna yang kerap merasa terbebani untuk menanggung biaya tambahan bisa sepenuhnya merasakan nilai tambah baru.
Pendekatan ini juga mampu menyasar serta meningkatkan kepercayaan pengguna-pengguna di kota-kota satelit dan pedesaan.





