JOGJA, bisnisjogja.id – ”Temasek tetap berkomitmen untuk mengalokasikan modal yang bersifat katalitik ke dalam ekonomi digital Indonesia. Hal ini guna mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif, sehingga setiap generasi dapat mencapai kesejahteraan,” tandas Direktur, Asia Tenggara, Temasek, Cassie Wu.
Ia mengungkapkan meskipun sentimen investor masih lesu, dengan nilai $ 300 juta dari 51 transaksi pada semester pertama tahun 2024, kebanyakan investor memperkirakan volume transaksi akan meningkat lagi.
Khususnya, bidang Software as a Service (SaaS), teknologi finansial (fintech), perawatan kesehatan, dan AI. Menurut laporan tahun ini, 65 persen investor memperkirakan pendanaan dalam negeri akan meningkat antara tahun 2025 hingga 2030. Cassie menyampaikan itu berdasarkan laporan hasil Google, Temasek, dan Bain & Company.
Jangka Panjang
Cassie menilai para investor yakin akan potensi jangka panjang ekonomi digital Indonesia karena faktor-faktor fundamental yang kuat. Faktor itu antara lain tren demografis yang menguntungkan dan basis pengguna yang sangat aktif.
Country Director, Google Indonesia, Veronica Utami, menambahkan seiring pertumbuhan ekonomi digital Indonesia, menjaga kepercayaan digital sangatlah penting untuk mencapai kesuksesan yang berkelanjutan.
”Konsumen mencari fitur keamanan tepercaya seperti enkripsi dan autentikasi dua faktor. Kini ada makin banyak platform yang menggunakan sistem deteksi penipuan dengan AI serta upaya kepatuhan untuk meningkatkan kepercayaan pengguna,” imbuhnya.
Peningkatan Keamanan
Dengan semakin populernya pembayaran digital di Indonesia, membangun lingkungan yang aman dan transparan sangatlah penting untuk mendorong penggunaannya dan memastikan pertumbuhan jangka panjang ekonomi digital.
Menurutnya peningkatan keamanan digital harus dilakukan untuk mengimbangi pesatnya adopsi digital di Indonesia. Penerapan AI untuk memperkuat pertahanan terhadap ancaman serangan cyber dan penipuan online menjadi hal yang penting.
”Kolaborasi dengan pemerintah dan pelaku industri akan menjadi kunci untuk memastikan lingkungan digital yang aman, inklusif, dan tangguh. Dengan demikian, kami yakin Indonesia dapat membuka potensi ekonomi digitalnya dan memimpin inovasi digital di kawasan ini,” tandas Veronica.





