STRATEGI optimalisasi pembangunan desa dapat dilakukan dari berbagai sisi. Ada tiga pendekatan yang dapat memberikan dampak besar, pertanian, pemberdayaan UMKM dan inklusi keuangan.
Pada penguatan sektor pertanian, Bank Indonesia mendukung peningkatan produktivitas sektor pertanian melalui pengembangan klaster ketahanan pangan.
Penerapan digital farming juga dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan hasil produksi, serta lelang digital produk pertanian.
Selain itu, Bank Indonesia memfasilitasi akses pembiayaan melalui Kebijakan Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM) dan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial.
Tujuannya, menciptakan lingkungan ekonomi yang kondusif bagi petani dan pelaku usaha di sektor pertanian.
Pemberdayaan UMKM
Berikutnya, pemberdayaan UMKM. Bank Indonesia turut mendorong penguatan UMKM melalui peningkatan kapasitas SDM, replikasi model bisnis yang terbukti berhasil, serta penguatan ekosistem digital untuk memperluas jangkauan pasar.
Bank Indonesia juga memfasilitasi pelaku UMKM dalam penyusunan laporan keuangan terstandardisasi melalui aplikasi SIAPIK guna meningkatkan akses pembiayaan dari lembaga keuangan formal.
Pendekatan ketiga yakni digitalisasi dan inklusi keuangan. Bank Indonesia aktif mendorong literasi dan inklusi keuangan melalui sosialisasi dan kolaborasi dengan stakeholder daerah.
Hal itu untuk memperluas layanan perbankan dan lembaga keuangan mikro ke wilayah pedesaan.
Penguatan akseptasi pembayaran non-tunai melalui QRIS juga menjadi fokus untuk memudahkan transaksi dan mempercepat integrasi ekonomi desa dalam rantai pasok regional hingga nasional.
- Ibrahim, Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, disampaikan pada Ngobrol Ramadan di Bank BPD DIY, Selasa (25/3/2025)





