Unjuk Rasa di Mata Pengusaha Pariwisata

oleh -628 Dilihat
Direktur Utama PT Saraswanti Indoland Develoment Tbk, Bogat AR.(Foto: istimewa)
  • Demonstrasi dengan kerusuhan menurunkan minat wisatawan.
  • Demonstrasi dengan kerusuhan bahkan penjarahan merugikan pelaku usaha.
  • Demonstrasi, kerusuhan dan penjarahan membuat citra negatif destinasi.

 

JOGJA, bisnisjogja.id – Aksi unjuk rasa terjadi beberapa hari lalu di berbagai kota. Penyampaian aspirasi diikuti dengan kericuhan melumpuhkan transportasi umum hingga kerusakan fasilitas publik.

Kejadian tersebut juga menyebabkan penundaan beberapa kegiatan seperti pentas musik, Pasar Kangen di Yogyakarta dan sejumlah acara lain.

Banyak pihak menyatakan jika aksi unjuk rasa tersebut berlanjut maka akan mengganggu aktivitas bisnis dan ekonomi yang berujung melambatnya roda ekonomi.

Berikut komentar dan pelaku pengusaha yang terkait dengan kegiatan pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Beberapa kajian menyebutkan unjuk rasa yang berkepanjangan dan kerusuhan serta penjarahan dapat menimbulkan dampak negatif kegiatan pariwisata.

Dampak tersebut antara lain, menurunkan minat wisatawan. Ketidakpastian politik atau keamanan akibat unjuk rasa dapat membuat wisatawan membatalkan rencana perjalanan.

Dampak lain, merugikan pelaku usaha. Aksi demonstrasi dapat menghambat operasional jasa transportasi yang berujung pada kerugian finansial pengusaha pariwisata.

Selain itu, citra negatif destinasi. Pemberitaan mengenai aksi unjuk rasa dapat merusak citra suatu daerah sebagai destinasi yang aman dan nyaman untuk berwisata.

Tamu Berkurang

Pengelola Hotel Neo Maliboro, Arif Effendi mengatakan tamu di hotelnya turun sampai 50 persen. Menurunnya tamu terjadi saat periode terjadinya unjuk rasa (25-29 Agustus 2025). Selanjutnya setelah unjuk rasa (Sabtu-Minggu, 30-31 Agustus 2025), jumlah tamu mulai merangkak naik lagi.

Pengurus Kadin DIY, Hantoro berharap aksi unjuk rasa yang diikuti kericuhan tidak berulang dan seharusnya dapat berjalan tanpa kerusuhan.

Pemilik Gege Transport, Hantoro.(Foto: istimewa)

”Sebetulnya unjuk rasa terjadi karena kebuntuan aspirasi masyarakat kepada DPR dan pemerintah,” jelas Hantoro yang juga pengusaha bus pariwisata.

Menurutnya, unjuk rasa yang dilakukan oleh mahasiswa, serikat pekerja, komunitas ojol dan lapisan masyarakat untuk menyuarakan terjadinya ketimpangan dan ketidakadilan. Bahkan ada tuntutan 17+8 yang perlu mendapat respons DPR dan pemerintah.

”Saya bersyukur aksi unjuk rasa telah mereda dan tidak berkepanjangan,” ujar Hantoro yang juga pemilik Gege Transport.

Pariwisata Turun

Direktur Utama PT Saraswanti Indoland Develoment Tbk, Bogat AR yang juga pengelola The Mataram City, Hotel dan Convention Center, Yogyakarta menyatakan jika aksi unjuk rasa berkepanjangan maka kegiatan pariwisata, termasuk MICE, akan turun secara signifikan atau nyata.

”Rasa tidak aman dan tidak nyaman menyebabkan orang memilih tinggal di rumah . Sebagian orang malah mulai ke luar negeri,” ungkap Bogat.

Terminal internasional di bandara menunjukkan peningkatan jumlah orang ke luar negeri. Rasa tidak aman dan tidak nyaman mendorong orang untuk menempatkan pariwisata sebagai pilihan yang tidak bersifat prioritas.

”Kegiatan MICE dari perusahaan maupun pemerintahan ditunda,” ujar Bogat yang juga Wakil Ketua ISEI Cabang Yogyakarta.

Ketua Asita DIY, Edwin Ismedi Hima menambahkan informasi dari beberapa anggota, pelanggan menunda kinjungan wisata ke DIY.

Menurut Edwin, pada saat ini GIPI DIY sedang melakukan survei terkait dampak aksi unjuk rasa yang diikuti dengan kerusuhan terhadap usaha atau bisnis pariwisata.

Ia menjelaskan unjuk rasa yang rusuh di Jakarta dan kota lainnya juga akan berdampak pada kegiatan pariwisata di DIY. Beberapa klien wisatawan dan rekan kerja manca negara juga telah mengontak dan menanyakan informasi terkini pasca aksi unjuk rasa.

”It’s too early to cancel anything right now. Let’s just wait and see. And meanwhile, we will do anything within the limit of our power to help calm things down and make sure everything will be as safe as possible for you to travel,” jelas Edwin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.